Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Guardiola Jelaskan Cara Hentikan Haaland

Selasa 06 Apr 2021 06:49 WIB

Red: Israr Itah

Erling Haaland

Erling Haaland

Foto: EPA-EFE/MAURIZIO BRAMBATTI
City akan menghadapi Borussia Dortmund yang diperkuat Haaland, Rabu (7/4) WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pep Guardiola mengatakan peluang terbaik Manchester City untuk menghentikan Erling Haaland adalah membuat sang penyerang tidak mendapatkan banyak peluang. City akan menghadapi Borussia Dortmund yang diperkuat Haaland pada leg pertama perempat final Liga Champions di Stadion Etihad, Manchester pada Rabu (7/4) dini hari WIB.

Penyerang berpaspor Norwegia itu telah menjelma menjadi salah satu pemain paling diminati di Eropa setelah mencetak 33 gol dalam 32 penampilan untuk klub Bundesliga tersebut musim ini. City termasuk di antara klub yang banyak dikaitkan dengan kepindahan pemain berusia 20 tahun itu. Meskipun Guardiola pada pekan lalu menegaskan bahwa klubnya tidak mampu untuk mendatangkan Haaland sebagai pengganti Sergio Aguero, yang akan hengkang akhir musim ini.

"Ia luar biasa, semua orang tahu itu. Orang buta bisa menyadari bahwa ia luar biasa, tidak perlu menjadi pelatih untuk menyadarinya," kata Guardiola tentang Haaland dalam sebuah konfrensi pers, yang dikutip Goal pada Senin.

Baca Juga

Tentang cara City menghentikannya, Guardiola mengatakan para penyerang yang mencetak gol akan membuat lebih banyak gol ketika berada di kotak penalti City. 

"Ketika mereka berada lebih lama di luar kotak penalti kami, mereka memiliki lebih sedikit peluang. Bukan hanya Haaland, Vardy, Salah, Gabriel (Jesus), Aguero, semua striker di seluruh dunia mereka ingin berada di kotak penalti lawan sesering mungkin. Jadi cara terbaik adalah menghalangi mereka agar tidak sering berada di sana," kata Guardiola.

City saat ini unggul 14 poin di puncak Liga Primer Inggris. Dengan begitu, Guardiola memiliki peluang nyata untuk meraih empat trofi sekaligus musim ini bersama City. 

Namun, Liga Champions tetap menjadi trofi tersulit untuk dimenangkan. Guardiola pernah dua kali meraih gelar Liga Champions ketika masih melatih Barcelona, tetapi sejauh ini gagal melampaui perempat final dalam empat musim bersama City.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA