Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Bupati Flores Timur: Evakuasi Korban Masih Dilakukan

Selasa 06 Apr 2021 06:30 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Ratna Puspita

Foto handout yang disediakan oleh Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional Indonesia (BASARNAS) menunjukkan tim penyelamat mencari tubuh korban banjir bandang saat operasi pencarian dan penyelamatan di Adonara, Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, 05 April 2021.

Foto handout yang disediakan oleh Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional Indonesia (BASARNAS) menunjukkan tim penyelamat mencari tubuh korban banjir bandang saat operasi pencarian dan penyelamatan di Adonara, Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, 05 April 2021.

Foto: EPA-EFE/BASARNAS
BNPB akan melakukan evakuasi korban dari Pulau Adonara ke Larantuka. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah di Kabupaten Flores Timur terus melakukan evakuasi para korban bencana alam akibat pergerakan siklon tropis Seroja yang menyebabkan banjir dan tanah longsor. Pemkab Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat ada 62 orang yang hilang akibat bencana tersebut. 

"49 korban jiwa di antaranya sudah ditemukan," kata Bupati Flores Timur Anton Hadjon saat konferensi virtual penanganan bencana di NTT bersama dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, Senin (5/4) malam.

Baca Juga

Pemkab Flores Timur juga mencatat korban luka berat sebanyak 58 orang. 

Wakil Gubernur (Wagub) NTT Josef Nae Soi mengatakan, total korban jiwa akibat pergerakan siklon ini sebanyak 84 orang hingga hingga Senin malam. “Total korban jiwa hingga malam ini yaitu sebanyak 84 jiwa dan yang masih dalam pencarian sebanyak 71 orang," ujar Josef.

Ia mengakui, dampak siklon tropis Seroja sangat besar. Pemprov NTT mencatat, hampir seluruh kabupaten/kota yang berada di NTT terdampak bencana.

"Tetapi yang terberat adalah delapan kabupaten, di antaranya Kabupaten Flores Timur, Lembata, Kota Kupang, Sabu Raijua, Sumba Timur, Alor, dan Malaka," katanya.

Sementara itu, Doni mengatakan, tim yang ada di lapangan, baik dari pemerintah daerah, tim kesehatan, dan relawan lokal bekerja keras melakukan perawatan pasien luka-luka. 

"Sementara kami terima laporan bahwa korban mengalami patah tulang," katanya.

Baca juga : Fraksi PKS DPR Potong Gaji Bantu Korban Bencana di NTT-NTB

Namun, dia melanjutkan, tidak ada rumah sakit di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur. Karena itu, BNPB akan melakukan evakuasi para korban dari Adonara ke rumah sakit yang ada di Larantuka. Sementara itu, dia melanjutkan, di Lembata telah memiliki rumah sakit. 

"Proses bantuan dan penanganan akan dikoordinir oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dari Makassar, Sulawesi Selatan," ujarnya.

Tak hanya bantuan Kemenkes, pihaknya telah mendatangkan satu unit helikopter dan telah tiba di NTT yang sekarang berada di Maumere.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA