Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Permukaan Laut Bisa Naik 18 Meter Jika Lapisan Es Mencair

Selasa 06 Apr 2021 02:26 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Dwi Murdaningsih

Gunung es di Kutub Utara kerap mencair

Gunung es di Kutub Utara kerap mencair

Ilmuwan mencari tahu lapisan es mana penyumbang kenaikan dramatis itu.

REPUBLIKA.CO.ID, DURHAM -- Ilmuwan dalam penelitrian baru yang dipublikasikan di Nature Communication mencatat permukaan laut berpotensi naik hingga 18 meter tingginya jika lapisan es mencair. Hal ini disebut para peneliti dapat mengubah Bumi, seperti saat berakhirnya Zaman Es dahulu.

Dilansir dari Study Finds, Ilmuwan dari Universitas Durham, Inggris mengatakan sebuah peristiwa di akhir Zaman Es terakhir menyebabkan permukaan laut naik sepuluh kali lipat dari kecepatan saat ini. Peristiwa bencana tersebut dipicu oleh mencairnya lapisan es di Eropa dan Amerika Utara. Jika peristiwa itu terjadi lagi hari ini, kota-kota pesisir seperti London dan New York akan hancur berantakan.

Catatan geologi menunjukkan lembaran es tiba-tiba mulai mencair pada akhir Periode Glasial Terakhir, sekitar 14.600 tahun yang lalu. Selama periode 500 tahun, lautan di seluruh dunia naik 3,6 meter setiap abad.  Tapi lapisan es mana yang bertanggung jawab atas pencairan mendadak ini, yang dijuluki Meltwater Pulse 1A (MWP-1A), tetap menjadi misteri.

Mencairnya lapisan es Antartika bukan penyebab naiknya permukaan laut? Beberapa ilmuwan telah menunjuk pada lapisan es Antartika yang sangat besar. Sementara yang lain percaya itu peristiwa itu dimulai di belahan bumi Utara. 

“Meskipun telah diidentifikasi lebih dari 30 tahun yang lalu, sangatlah menantang untuk menentukan lapisan es mana yang merupakan penyumbang utama kenaikan dramatis permukaan laut ini,” kata penulis utama Yucheng Lin, seorang siswa pasca-doktoral di Universitas Durham.  

Sebelumnya, para ilmuwan mencoba mencari sumber kenaikan permukaan laut berdasarkan data permukaan laut dari daerah tropis. Namun, sebagian besar studi tersebut tidak setuju dengan catatan geologi perubahan lapisan es.

Para peneliti menjelajahi catatan geologi terperinci dan menggunakan teknik pemodelan mutakhir untuk menentukan apa yang menyebabkan kenaikan cepat permukaan laut.  Mereka menemukan sebagian besar air leleh berasal dari apa yang dulunya adalah lapisan es Amerika Utara dan Eurasia - bukan Antartika.

 “Teknik yang kami gunakan memungkinkan kami untuk benar-benar menggali bilah kesalahan pada data dan mengeksplorasi skenario pencairan es mana yang paling mungkin terjadi,” jelas rekan penulis Dr. Pippa Whitehouse.

 "Kami menemukan bahwa sebagian besar kenaikan permukaan laut yang cepat disebabkan oleh pencairan lapisan es di seluruh Amerika Utara dan Skandinavia, dengan kontribusi yang sangat kecil dari Antartika," ujarnya.

Masuknya air tawar yang tak terbendung dari daratan, ditambah dengan mencairnya lapisan es dua kali ukuran Greenland, membanjiri wilayah dataran rendah yang luas dan mengganggu sirkulasi laut.

 “Studi kami mencakup informasi baru dari danau-danau di sekitar pantai Skotlandia yang diisolasi dari laut karena pengangkatan daratan setelah mundurnya Lapisan Es Inggris. Memungkinkan kami untuk dengan percaya diri mengidentifikasi sumber-sumber air leleh,” kata Lin.

Penelitian ini memberikan gambaran masa depan yang suram jika perubahan iklim terus berlanjut seperti sekarang ini. Sebanyak 680 miliar metrik ton es mencair setiap tahun, dengan suhu laut naik 0,18 derajat celcius setiap dekade sejak 1981.

“Pertanyaan besar berikutnya adalah mencari tahu apa yang memicu pencairan es, dan apa dampak gelombang besar pencairan air pada arus laut di Atlantik Utara,” tambah Whitehouse.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA