Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Kemenkes: Corona E484K Terdeteksi di Jakarta, Temuan Pertama

Senin 05 Apr 2021 17:21 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Foto: EPA/CDC
Pemeriksaan spesimen E484K dilakukan otoritas terkait di Indonesia sejak Februari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengonfirmasi varian corona Eek atau E484K terdeteksi muncul di wilayah DKI Jakarta. Itu merupakan temuan kasus pertama di Indonesia.

"Iya, di wilayah DKI Jakarta," katanya saat dikonfirmasi Antara melalui pesan singkat terkait temuan kasus pertama E484K di Indonesia, Senin (5/4).

Siti Nadia mengatakan, pemeriksaan spesimen E484K dilakukan oleh otoritas terkait di Indonesia sejak Februari 2021.

"Tetapi, dilaporkannya (temuan kasus) pada dua atau tiga hari yang lalu di GISAID oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman," katanya saat ditanya kapan E484K ditemukan di Jakarta.

Eijkman adalah lembaga penelitian pemerintah yang bergerak dalam bidang biologi molekuler dan bioteknologi kedokteran. Lembaga ini bernaung di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.

Sementara, GISAID merupakan organisasi nirlaba yang bergerak dalam bidang bank data yang saat ini menjadi acuan untuk data genom virus corona SARS- CoV-2.

Namun, Siti Nadia belum memberikan keterangan lebih perinci terkait informasi seputar varian virus corona E484K yang dimaksud. Sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus tersebut, Siti Nadia beserta jajaran terkait sedang melakukan pelacakan kasus untuk mendeteksi potensi penularan penyakit berdasarkan kontak erat. "Kita sedang melaksanakan pelacakan kasus kontak," katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito kepada wartawan di Istana Negara mengatakan upaya screening dilakukan terhadap kedatangan warga negara asing (WNA) dan warga negara Indonesia (WNI) guna mengantisipasi penularan virus E484K.

"Tentunya, pemerintah mempertahankan proses screening WNA dan WNI yang datang dari luar negeri masuk ke Indonesia," kata Wiku.

Wiku mengatakan, varian virus corona yang dinamakan E484K merupakan hasil mutasi dari varian B117. Mutasi E484K terjadi pada protein spike. Mutasi serupa ditemukan pada varian Afrika Selatan dan Brasil.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA