Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Polisi Capitol dalam Keadaan Tertekan

Senin 05 Apr 2021 15:11 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah

Mobil terobos gedung Capitol Amerika Serikat . Dua polisi tewas.

Mobil terobos gedung Capitol Amerika Serikat . Dua polisi tewas.

Foto: France 24
Serangan demi serangan membuat polisi Capitol merasa terancam.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Kepolisian Capitol Amerika Serikat sedang berjuang menghadapi situasi kritis. Setelah penyerangan beberapa kali dalam empat bulan, membuat anggotanya merasa terancam.

Ketua serikat buruh, Gus Papathanasiou, menyatakan, ratusan petugas sedang mempertimbangkan untuk pensiun atau mencari pekerjaan di tempat lain. "Mereka terus bekerja bahkan ketika kita dengan cepat mendekati krisis moral dan jumlah pasukan," katanya.

Belasan petugas terluka pada serangan gedung Capitol 6 Januari dan lainnya telah dikeluarkan dari pekerjaan selama penyelidikan internal atas investigasi. Kondisi ini menyita tenaga. Lebih dari 200 posisi kosong, kira-kira 10 persen dari tingkat kekuatan resminya.

Terdapat dorongan baru untuk mengisi 233 posisi di pasukan tersebut. Kongres juga diharapkan dapat mendanai 350 pekerjaan baru serta sistem pagar baru serta infrastruktur lainnya. Kongres juga diminta memberikan otoritas baru kepada Kepala Kepolisian Capitol untuk mencari dukungan Garda Nasional dalam suatu krisis.

Menghabiskan waktu

Selain itu, banyak petugas secara rutin bekerja 12 jam sehari atau lebih untuk melindungi gedung selama proses peresmian Presiden Joe Biden dan pemakzulan pada 20 Januari melawan Donald Trump. Mereka harus menghabiskan waktu bekerja lebih lama setelah serangan ke gedung pertama kali.

Terlebih lagi, pada 2 April seorang petugas tewas dan seorang lagi terluka ketika seorang pengemudi menabrak barikade gedung Capitol.  Mantan kepala badan Kepolisian Capitol yang mengundurkan diri pada Januari, Steven Sund, menyatakan, kesedihan dan krisis yang melanda lembaga itu juga merupakan bagian dari kekuatan sosial yang lebih luas yang telah menguji negara.

"Ada dampak pandemi pada jiwa orang Amerika. Ada banyak hal di media sosial dan banyak tindakan yang mengacu pada tindakan penegakan hukum. Penegakan hukum telah diserang di kota-kota di seluruh negeri. Jadi, ada banyak hal yang bersiap untuk membuat tahun 2020, 2021 sedikit unik," ujar Sund.

Polisi Capitol bukanlah badan penegak hukum biasa. Sekitar 2.000 petugas bertanggung jawab semata-mata untuk melindungi wilayah Kongres, termasuk anggotanya, pengunjung, dan fasilitasnya, dengan luas sekitar 16 hektar. Departemen ini berdiri sejak awal tahun 1800-an, setelah Presiden John Quincy Adams meminta dibentuknya pasukan polisi untuk membantu melindungi gedung. Sekarang lembaga ini memiliki anggaran operasional sebesar 460 juta dolar AS.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA