Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sebanyak 60 Persen Nelayan Selatan Sukabumi tak Melaut

Senin 05 Apr 2021 14:03 WIB

Rep: riga nurul iman/ Red: Hiru Muhammad

Sejumlah nelayan bersiap untuk melaut di Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. (Republika/Edi Yusuf)

Sejumlah nelayan bersiap untuk melaut di Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. (Republika/Edi Yusuf)

Foto: Republika/Edi Yusuf
Cuaca buruk masih kurang mendukung kegiatan nelayan untuk melaut

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Sebagian besar para nelayan di selatan Kabupaten Sukabumi tidak bisa melaut karena faktor cuaca buruk. Dampaknya para nelayan lebih banyak menyandarkan perahunya di dermaga.

Cuaca buruk masih kurang mendukung kegiatan nelayan untuk melaut,'' ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sukabumi Abdul Kodir kepada Republika, Senin (5/4). Sebab berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan Siklon Tropis Seroja yang dapat membuat perairan selatan Jawa Barat mengalami tinggi gelombang 4-6 meter.

Kodir mengatakan, kondisi gelombang tinggi ini menyebabkan para nelayan sebagian besar tidak melaut. Diperkirakan jumlah nelayan yang tidak melaut mencapai sekitar 60 persen.

Sebagian besar nelayan memilih tidak melaut lanjut Kodir karena bila dipaksakan maka hasil yang diperoleh tidak akan maksimal. Selain itu kondisi gelombang tinggi dan angin kencang dikhawatirkan mengancam keselamatan nelayan untuk melaut.

Apalagi kata Kodir, alat tangkap nelayan kebanyakan masih relatif tradisional. Sehingga akibatnya nelayan harus berhati-hati ketika melaut atau mencari ikan di tengah lautan dalam kondisi cuaca buruk.

Kodir mengungkapkan, alternatif lain biasanya nelayan Sukabumi terpaksa andon atau mencari ikan di perairan daerah lain. Misalnya di wilayah Jawa Timur seperti Kecamatan Pacitan dan Trenggalek. Selain itu ada sebagian nelayan lainnya yang mencari ikan di perairan Cilacap, Jawa Tengah.

Para nelayan itu ungkap Kodir, mayoritas adalah nelayan tradisional yang rata-rata menggunakan perahu di bawah 5 gross tonnage (GT). Mereka datang ke daerah lain ada yang melalui jalur laut maupun melalui jalan darat.

Lebih lanjut Kodir mengungkapkan, banyaknya nelayan tidak berdampak pada pasokan ikan. Saatkondisi normal hasil tangkapan ikan mencapai 9 ribu ton per bulan. Jenis ikan yang menjadi andalan nelayan Sukabumi kata Kodir seperti cakalang, layur, tongkol dan ikan kakap

Namun sambung Kodir, ketersediaan ikan ditempat pelelangan ikan (TPI) masih mencukupi kebutuhan warga maupun pelaku usaha baik hotel maupun restoran di selatan Sukabumi. Hal ini disebabkan pasokan ikan juga didatangkan dari daerah lainnya.

Sehingga kata Kodir, ketersediaan ikan belum terpengaruh dengan turunnya hasil tangkapan ikan. Harapannya hasil tangkapan ikan kembali normal dalam beberapa pekan ke depan.

Salah seorang nelayan Palabuhanratu, Rahmat (34 tahun) mengatakan, kondisi gelombang tinggi tidak bersahabat dengan aktivitas nelayan khususnya tradisional. '' Semoga cuaca buruk bisa segera berlalu dan nelayan bisa kembali melaut,'' kata dia.n riga nurul iman

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA