Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Pangeran Hamzah Ditangkap, Ratu Noor: Kebenaran akan Menang

Senin 05 Apr 2021 13:39 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Pangeran Hamzah, Pangeran Yordania yang ditahan (kanan)

Pangeran Hamzah, Pangeran Yordania yang ditahan (kanan)

Foto: AP
Pangeran Hamzah ditahan karena dianggap berkonspirasi dengan pihak asing.

REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN -- Ratu Noor, yang merupakan ibu dari Pangeran Hamzah bin Hussein menyuarakan harapan bahwa kebenaran dan keadilan akan menang. Hal ini diungkapkan setelah putranya dituduh melakukan konsolidasi dengan pihak asing untuk merusak stabilitas Yordania.

"Kebenaran dan keadilan berlaku bagi semua korban yang tak bersalah dari fitnah jahat ini. Tuhan memberkati dan menjaga mereka agar tetap aman," ujar Ratu Noor, dilansir Anadolu Agency, Senin (5/4).

Pangeran Hamzah adalah saudara sedarah Raja Yordania, Abdullah. Dalam sebuah rekaman video, Pangeran Hamzah mengatakan bahwa dia telah ditempatkan di bawah tahanan rumah setelah kepala militer Yordania memintanya untuk menghentikan beberapa gerakan dan kegiatan yang mengganggu keamanan dan stabilitas negara.

Pangeran Hamzah mengatakan bahwa dirinya bukan bagian dari konspirasi asing. Dia juga mengecam sistem pemerintahan yang korup. Selama menjalani tahanan rumah dia tidak diizinkan untuk keluar dan berkomunikasi maupun bertemu dengan orang lain.

"Ini keadaan yang sangat menyedihkan dan tidak menguntungkan," ujar Pangeran Hamzah dalam rekaman video yang dikirim ke BBC oleh pengacaranya.

Baca juga : Yordania Diguncang Intervensi Asing, Pangeran Hamzah Ditahan

Wakil Perdana Menteri Yordania Ayman Safadi mengatakan, Pangeran Hamzah telah dipantau selama beberapa waktu terkait rencananya untuk mengguncang stabilitas negara. Safadi mengatakan, badan intelijen asing menghubungi istri Pangeran Hamzah dan mengatur penerbangan bagi pasangan tersebut untuk meninggalkan Yordania.

Safadi menambahkan, penyelidikan awal menunjukkan aktivitas dan gerakan yang secara langsung mempengaruhi keamanan dan stabilitas negara. "Penyelidikan awal menunjukkan aktivitas dan gerakan ini telah mencapai tahap yang secara langsung memengaruhi keamanan dan stabilitas negara, tetapi Yang Mulia memutuskan yang terbaik adalah berbicara langsung dengan Pangeran Hamzah, untuk menanganinya di dalam keluarga," ujar Safadi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA