Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Pengamat Prediksi Kubu Moeldoko Gabung Partai Lain

Senin 05 Apr 2021 12:06 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang, Max Sopacua.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang, Max Sopacua.

Foto: Republika TV/Surya Dinata
AHY disarankan rangkul Max Sopacua, Jhoni Allen Marbun, dan Marzuki Ali.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Pengamat politik dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Setia Budhi Rangkasbitung, Harits Hijrah Wicaksana menyebutka, kubu Moeldoko setelah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menolak Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, sangat mungkin bergabung dengan partai politik lain.

"Kami yakin kubu Moeldoko akan terjadi 'bedol desa' dengan bergabung ke partai politik lain," kata Ketua STISIP Setia Budhi Rangkasbitung Harits Hijrah Wicaksana di Kabupaten Lebak, Banten, Senin (5/4).

Menurut Harits, kemungkinan kubu Moeldoko itu ada dua pilihan, antara lain akan terjadi bedol desa dengan bergabung ke partai politik lain. Pilihan lainnya jika amunisi dan sumber daya modal yang dimiliki cukup, bisa mendirikan partai politik baru.

Namun, menurut dia, pihaknya menganalisis secara logis dimungkinkan kubu Moeldoko itu bergabung dengan partai politik lain, selain Partai Demokrat. Sedangkan, kader lainnya juga ada yang kembali akan bergabung dengan Partai Demokrat.

Partai yang akan menjadi pilihan untuk bergabung nanti tentu sangat diuntungkan dengan bergabungnya kubu Moeldoko itu. "Yang saya tahu contohnya anak mantan Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo yang kini berkarir di Partai NasDem, dan mereka bisa saja bergabung," kata dosen Utirta Serang itu.

Dia menuturkan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) harus mampu memainkan peran untuk rekonsiliasi, dengan merangkul kembali para pendiri Partai Demokrat dari kubu Moeldoko itu, mengingat di sana terdapat Max Sopacua, Jhoni Allen Marbun, dan Marzuki Ali sebagai orang tua dan memiliki pengalaman sejarah.

Baca juga : Kubu Moeldoko Tegaskan Konflik Demokrat Belum Berakhir

"Kami berharap AHY bisa memainkan peran untuk merangkul pendiri partai, agar kaderisasi politik berjalan untuk menaikkan elektabilitas pada Pemilu 2024, dan sebaliknya akan merugi jika tidak merangkul karena akan kehilangan separuh suara," kata Harits.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA