Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Pemilik Truk Penyebab Kecelakaan Kereta Taiwan Ditangkap

Senin 05 Apr 2021 08:35 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Kecelakaan kereta di Taiwan.

Kecelakaan kereta di Taiwan.

Foto: AP Photo/Chiang Ying-ying
Truk ditabrak kereta penumpang di Hualien, Taiwan yang menyebabkan 48 orang meninggal

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Pemilik truk konstruksi yang menyebabkan kecelakaan kereta api di Taiwan meminta maaf pada Ahad (4/4). Dia akhirnya dibawa oleh polisi setelah tarik-ulur keputusan pengadilan atas statusnya. 

Investigasi sedang dilakukan untuk mengetahui bagaimana tepatnya kendaraan Lee Yi-Hsiang meluncur ke rel dari lokasi konstruksi terdekat di pantai pegunungan di wilayah timur Hualien pada Jumat (2/4). Truk itu ditabrak oleh kereta penumpang yang membawa 494 orang, yang tergelincir sesaat sebelum memasuki terowongan, membuat banyak penumpang terluka dan meninggal dunia di dalam gerbong kereta yang hancur.

Baca Juga

"Saya telah menyebabkan kecelakaan serius pada kereta Taroko Administrasi Kereta Api Taiwan nomor 480 selama Liburan Membersihkan Makam tahun ini, menyebabkan kematian dan cedera, untuk ini saya menyatakan penyesalan dan permintaan maaf saya yang tulus," kata Lee yang juga merupakan manajer lokasi konstruksi. 

Lee pun menyatakan akan bekerja sama dengan penyelidikan otoritas dan bertanggung jawab atas peristiwa itu. Menurut Pusat Bantuan Bencana Pemerintah, rem darurat truk tak berawak itu tidak terpasang dengan benar sehingga membuat kecelakaan yang membunuh 48 orang. 

Jaksa di daerah Hualien sebelumnya mengatakan mereka sedang mencari surat perintah penangkapan untuk pemilik truk. Pengadilan distrik Hualien awalnya mengizinkan Lee untuk mengirim uang jaminan 500.000 dolar Taiwan, tetapi keputusan itu dibatalkan pada Ahad. 

Kantor Berita Pusat Taiwan melaporkan, pengadilan yang lebih tinggi di Hualien membatalkan keputusan pengadilan yang lebih rendah untuk mengizinkan jaminan. Hal itu yang akhirnya membuat Lee diamankan oleh pihak berwenang.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA