Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Ditanya Soal Scudetto, Conte Tersenyum Optimistis

Senin 05 Apr 2021 03:00 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Muhammad Akbar

 Pelatih Inter Antonio Conte berjalan melewati trofi setelah mengambil medali runner-up setelah pertandingan final Liga Eropa UEFA antara Sevilla FC dan Inter Milan di Cologne, Jerman 21 Agustus 2020. Sevilla menang 3-2.

Pelatih Inter Antonio Conte berjalan melewati trofi setelah mengambil medali runner-up setelah pertandingan final Liga Eropa UEFA antara Sevilla FC dan Inter Milan di Cologne, Jerman 21 Agustus 2020. Sevilla menang 3-2.

Foto: EPA-EFE/Ina Fassbender
Conte mengakui bahwa kompetisi Serie A sangat sulit

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Pelatih Inter Milan Antonio Conte tidak bisa menahan senyum saat berbicara tentang peluang Scudetto bagi timnya. Ia menganggap Scudetto yang kian dekat diraih musim ini sebagai obat pelipur lara.

"Kami nyaris (berhasil) musim lalu dengan final Liga Europa, tapi kali ini ... kami mungkin bisa sampai di sana (Scudetto)," kata Conte dilansir dari Football Italia, Senin (5/4) dini hari WIB.

Sebuah gol tunggal Romelu Lukaku terbukti cukup untuk menaklukkan Bologna di Stadio Dall'Ara. Ini adalah kemenangan kesembilan berturut-turut mereka di Serie A. Satu-satunya saat Nerazzurri berhasil mencatatkan rekor tersebut adalah rekor 17 kemenangan yang dibuat pada tahun 2007 di bawah Roberto Mancini.

Di atas segalanya, saat Milan dan Juventus ditahan imbang, Inter unggul delapan poin dengan satu pertandingan tersisa untuk dimainkan melawan Sassuolo pada Rabu depan.

"Tak pelak lagi, saat kami semakin dekat ke garis finis, setiap kemenangan menjadi semakin berat," ujar Conte.

Conte menganggap menang di Bologna merupakan langkah maju yang besar. Ia memuji penampilan Bologna yang sangat baik, terlebih setelah memiliki pelatih Sinisa Mihajlovic.

"Saya memberi tahu para pemain, ini adalah kemenangan yang harus kami teruskan dengan Sassuolo pada hari Rabu," sebut Conte.

Namun, Conte menolak untuk mengakui pelukannya di pinggir lapangan dengan Lele Oriali atau perayaan yang terdengar di ruang ganti adalah merayakan gelar Scudetto.

"Tidak, ini tidak bisa menjadi perayaan Scudetto, karena kami harus mendapatkannya di lapangan dan itu harus dipastikan secara matematis. Ada 10 pertandingan tersisa bagi kami, sembilan pertandingan lainnya, dan 27-30 poin untuk diperebutkan," ujar Conte.

Conte mengakui bahwa kompetisi Serie A sangat sulit karena setiap pertandingan adalah pertarungan untuk mendapatkan kemenangan. Menurutnya, semakin dekat ke garis finis, semakin jelas bisa melihat hadiah di bagian akhir.

"Semua orang melihat ke arah itu dan kami melihatnya dari sudut yang berbeda dengan yang lain saat ini, tetapi kami masih memiliki semuanya untuk dilakukan. Kami belum mencapai apa-apa," ucap Conte.

Jika Inter benar-benar memenangkan Scudetto musim ini, apa artinya itu bagi Conte dan klub?

"Saya dipanggil ke Inter untuk mengubah narasi beberapa tahun terakhir. Tujuannya adalah dalam tiga tahun untuk menang atau setidaknya membangun sesuatu yang kredibel dan membuat bangga para pendukung Inter.

Oleh karena itu, Conte menyebut beberapa hal telah berubah sejak awal perjalanannya di Inter. Tetapi Conte merasa terus fokus hanya pada pekerjaannya.

"Seperti yang saya katakan, kita harus berkonsentrasi hanya pada apa yang kita punya kekuatan untuk berubah. Apa yang terjadi di luar lapangan memang menarik, tapi kami tidak bisa memengaruhinya," ungkap Conte.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA