Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

5 Makanan Ini Bantu Turunkan Risiko Kanker Kolon

Senin 05 Apr 2021 06:20 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Jenis makanan tertentu bisa mempengaruhi seseorang terkena risiko kanker kolon.

Jenis makanan tertentu bisa mempengaruhi seseorang terkena risiko kanker kolon.

Foto: Piqsels
Jenis makanan tertentu bisa mempengaruhi seseorang terkena risiko kanker kolon.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jenis makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari turut mempengaruhi risiko seseorang untuk terkena kanker kolon. Beberapa jenis makanan dapat meningkatkan risiko tersebut, dan beberapa lainnya dapat memberikan dampak sebaliknya.

Ahli gizi Amy Rosenfeld dari Center for Healthy Living mengungkapkan ada lima jenis makanan yang dapat membantu menurunkan risiko kanker kolon. Kelima jenis makanan tersebut adalah sayur-sayuran, biji-bijian utuh (whole grain), legum, kacang-kacangan dan biji-bijian, serta buah kaya serat. Berikut ini adalah alasannya.

Sayuran
Sayuran diketahui kaya akan serat. Serat dapat membantu memperlancar buang air besar dan membatasi jumlah ampas yang tersisa di dalam kolon. Dengan begitu, risiko kanker kolon atau kanker kolorektum pun dapat menurun.

Rosenfeld menyarankan setiap orang untuk menyantap sayuran dengan warna yang beragam setiap hari. Sayuran beku yang memiliki harga terjangkau juga boleh dikonsumsi.

"Sayur-sayuran memiliki nutrisi pencegah kanker bernama karotenoid dan flavonoid," ujar Rosenfeld menambahkan, seperti dilansir US News, Ahad (4/4).

Biji-Bijian Utuh
Makanan dalam kategori biji-bijian utuh atau whole grain juga memiliki serat yang tinggi. Oleh karena itu, tak ada salahnya mencoba beralih dari produk white grain seperti roti putih atau nasi putih ke produk whole grain. Beberapa contoh produk whole grain adalah roti gandum utuh, oat, quinoa, jagung, nasi merah, dan buckwheat.

Menurut Rosenfeld, konsumsi tiga porsi atau sekitar tiga ons gandum utum sehari dapat meningkatkan asupan serat. Selain itu, asupan vitamin B dan mineral-mineral penting lain juga bisa meningkat.

"Mineral-mineral penting, seperti zat besi, zinc, tembaga, dan magnesium," jelas Rosenfeld.

Legum
Legum pun termasuk jenis makanan yang kaya akan serat dan dapat membantu menunjang kesehatan saluran pencernaan. Konsumsi legum seperti lentil dan kacang polong dapat memabntu menurunkan risiko terbentuknya polip kolon yang berpotensi menjadi kanker.

Legum bisa dikonsumsi untuk mengganti dan menguragi konsumsi daging dalam keseharian. Coba untuk mengganti konsumsi daging dengan legum sebanyak dua kali per pekan. Beberapa contoh legum adalah buncis, kacang merah, kacang hitam, ntil, dan kacang lima.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA