Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Ribuan Aktivis Dunia Bahas Kondisi Palestina

Ahad 04 Apr 2021 20:13 WIB

Red: A.Syalaby Ichsan

Ilustrasi penggusuraan tanah di salah satu kawasan di Palestina

Ilustrasi penggusuraan tanah di salah satu kawasan di Palestina

Foto: Anadolu Agency
Adara akan merilis Ramadhan Lebih Berkah Bersama Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Edukasi mengenai sejarah dan kondisi terkini Palestina terus dilakukan. Salah satunya melalui Konferensi Internasional Palestina di  Kuala Lumpur (ICPKL) 2021. Perhelatan yang diselenggarakan  Koalisi Perempuan Asia Pasifik untuk Al-Quds dan Palestina (ApWCQP) pada Sabtu (27/3) diikuti ribuan aktivis internasional.

Acara ini dibuka dengan berita terkini di Palestina oleh Dr. Jeff Halper, seorang anthropologist dan aktivis.“Hal terpenting untuk setiap penjajah pemukim (settler colonialist) adalah tanah. Israel harus mengambil alih tanah. Penghancuran rumah adalah salah satu cara untuk mewujudkan tujuan ini,” ungkap Halper. 

Selama 2020, Israel telah menghancurkan 268 rumah dan 928 toko, fasilitas pertanian, barak, dan lainnya di wilayah Tepi barat dan Yerusalem. Penjajah telah menyita 346 properti warga yang jumlahnya lebih banyak dari tahun 2019, yaitu 271 properti.

Dr. Sharif Abu Shammala, CEO AL-Quds Foundation Malaysia, dalam sesinya menyampaikan, “Salah satu tindakan paling ekstrem yang dilakukan Israel adalah menghancurkan rumah warga Palestina yang dianggap melukai atau berusaha menyakiti warga sipil atau personel keamanan Israel. Selama bertahun-tahun, mereka telah menghancurkan ratusan rumah dan menjadikan ribuan orang tidak bersalah kehilangan tempat tinggal. Itu adalah kebijakan yang tidak bermoral dan melanggar hukum.”

Tindakan represif tentara maupun aparat Israel menyisakan begitu banyak korban. Upaya pembebasan Palestina akan terus dilakukan dengan berbagai cara dan strategi karena bangsa Palestina tidak akan pernah berdiam diri menghadapi penjajahan. Namun, dukungan dunia internasional, khususnya umat Islam di seluruh negeri sangat dibutuhkan.

Sebagai  salah satu NGO asal Indonesia yang menjadi representasi dari NGO yang dikelola perempuan, Adara secara nyata dan berkesinambungan mengirimkan bantuan-bantuan materinya bagi Palestina.

Pada 2021, Adara berkomitmen untuk melipatgandakan berbagai kontribusi.  Di antara program Adara yang dirancang untuk membantu rakyat Palestina yang masih terjajah, terdapat program bantuan “Ramadhan Lebih Berkah Bersama Palestina”. Bantuan akan disalurkan dalam bentuk makanan berbuka puasa, sembako, dan hadiah Hari Raya Idul Fitri.  Dengan bantuan dan dukungan dari para donatur, Adara berharap penjajahan tidak akan mengurangi khidmat Ramadhan di Palestina.

Ketua Adara Relief, Sri Vira Chandra menyampaikan, “Kita menyadari bahwa perjuangan membebaskan Palestina merupakan keutamaan. Melipatgandakan kontribusi masing-masing individu merupakan fokus utama Adara tahun ini.”

Rangkaian acara ICPKL 2021 yang mengangkat tema “Palestina, Warisan Budaya Ribuan Tahun” juga menampilkan demo masakan khas Palestina oleh Dr. Ala’a Mustafa Khalil dan Abeer Barakat serta cerita sejarah tentang pohon zaitun dan pengaruhnya di Palestina oleh Baha Hilo. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA