Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Agensi BTS Beli Agensi Justin Bieber Seharga Rp 15,2 Triliun

Sabtu 03 Apr 2021 08:00 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya

Big Hit Entertainment.

Big Hit Entertainment.

Foto: wikimedia.org
Akuisisi Ithaca akan menjadi terobosan besar pertama Big Hit ke pasar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Perusahaan Korea yang menaungi boyband BTS yakni Big Hit Entertainment membayar 1,05 miliar dolar AS atau sekitar Rp 15,225 triliun (kurs Rp 14.500 per dolar AS) ke grup media Amerika Serikat (AS) yang berperan dalam karir Justin Bieber dan Ariana Grande. Big Hit mengubah namanya menjadi HYBE, lalu menginvestasikan 1,07 triliun won atau sekitar 950 juta dolar AS ke unitnya di AS, guna mengakuisisi Ithaca Holdings LLC, yang dipimpin oleh impresario musik Scooter Braun. 

Big Hit akan membayar total sebesar 1,05 miliar dolar AS kepada pemegang saham dan pemegang obligasi. Hal itu demi membeli Ithaca. 

Baca Juga

Akuisisi Ithaca akan menjadi terobosan besar pertama Big Hit ke pasar AS. CEO ithaca Scooter Braun pun akan bergabung dengan dengan dewan HYBE. 

Dilansir Bloomberg pada Sabtu (3/4), sebagai bagian dari transaksi, Carlyle Group akan menjual saham minoritas signifikannya di Ithaca yang telah dimilikinya sejak 2017. Industri musik sudah melihat banyak kesepakatan di tengah pandemi yang mencegah artis melakukan tur konser yang merupakan sumber utama pendapatan mereka. 

Sementara, pertumbuhan layanan streaming telah meningkatkan nilai hak musik dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu didukung pula oleh suku bunga rendah dan minat Wall Street pada aset alternatif. 

Bintang rock seperti Bob Dylan menguangkan berbagai lagu lamanya. Begitu pula Braun dengan album awal Taylor Swift, meski sempat menciptakan ketegangan antara manajer musik dan penyanyi. 

Braun memuji sistem HYBE dan mengatakan, kerja sama tersebut akan menciptakan peluang eksponensial bagi artis Ithaca baru dan yang sudah ada. Chairman sekaligus CEO HYBE Bang Si Hyuk menyatakan, kesepakatan itu merupakan penggabungan yang tidak terelakkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA