Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Airlangga: Indonesia Siap Jadi Co-Chair COP26

Jumat 02 Apr 2021 01:25 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Satria K Yudha

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
RI berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca sampai 29 persen dengan usaha sendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu secara virtual dengan Menteri Pasifik dan Lingkungan Inggris Zac Goldsmith pada Rabu (31/3). Pertemuan itu membahas keikutsertaan Indonesia sebagai co-chair bersama Inggris pada agenda COP26 (United Nations Climate Change Conference) Forest, Agriculture and Commodity Trade (FACT) Dialogue.

Airlangga mengapresiasi pengakuan dari Inggris terhadap komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama bilateral, khususnya pada bidang perubahan iklim. Ia juga berharap kedua negara dapat berperan menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat untuk semua pihak dari FACT Dialogue tersebut. 

Dalam FACT Dialogue, Indonesia akan diwakili oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK) Alue Dohong. “Indonesia bersedia berperan dalam pertemuan tersebut dalam kapasitas sebagai co-chair. Namun kami menegaskan kembali bahwa penting bagi kita untuk memiliki visi dan pemahaman yang sama agar mencapai kebermanfaatan bersama,” kata Airlangga, Kamis (1/4). 

Terkait persoalan perubahan iklim, Airlangga menyebut Indonesia berada di garis terdepan dan sangat berkomitmen menerapkan Nationally Determined Contribution (NDC) yang sudah diputuskan dalam Paris Agreement. Indonesia juga disebutnya selalu berusaha meraih target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Melalui NDC, Indonesia telah membuat komitmen mengurangi emisi gas rumah kaca sampai 29 persen dengan usaha sendiri, dan 41 persen dengan dukungan internasional pada 2030. “Seperti yang diketahui bahwa mengatasi persoalan perubahan iklim adalah tugas yang cukup menantang, karena ini membutuhkan kerja sama multilateral yang kuat dan usaha-usaha komprehensif,” ucapnya.

Pertemuan ini menjadi awalan untuk menyambut kunjungan dari Menteri Luar Negeri dan Pembangunan Internasional Inggris H.E. Dominic Raab ke Indonesia pada 6-8 April 2021. Menurut rencana, Menlu Raab akan menyampaikan undangan kepada Presiden RI untuk menghadiri Sidang COP26 di Glasgow Skotlandia pada November 2021. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA