Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Pejabat AS dan Filipina Bahas Aktivitas China di LCS

Kamis 01 Apr 2021 11:55 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Peta klaim Laut China Selatan

Peta klaim Laut China Selatan

Foto: Wikipedia
Filipina menyebut ratusan kapal China berada di Laut China Selatan

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Gedung Putih mengatakan penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS) dan Filipina membahas aktivitas China di Laut China Selatan (LCS). Kedua belah pihak khawatir dengan pergerakan Negeri Tirai Bambu di perairan strategis tersebut.

Filipina mengatakan ratusan kapal China terlihat di sekitar 200 mil di dalam zona eksklusif mereka di Whitsun Reef di Laut China Selatan. Manila menambahkan kapal-kapal tersebut terlihat 'berkerumun dan mengancam'.  Filipina yakin kapal-kapal tersebut dinahkodai milisi maritim China.

Diplomat China mengatakan kapal-kapal tersebut sedang berlindung dari gelombang laut yang ganas dan tidak ada anggota milisi di dalamnya. Gedung Putih mengatakan penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan penasihat keamanan nasional Filipina Hermogenes Esperon.

Baca Juga

"Keduanya sepakat Amerika Serikat dan Filipina akan melanjutkan respon terkoordinasi dalam menghadapi tantangan di Laut China Selatan," kata Gedung Putih, Kamis (1/4).

"Sullivan menekankan Amerika Serikat bersama dengan sekutu Filipina kami dalam menegakan ketertiban berdasarkan peraturan maritim internasional dan menegaskan kembali penerapan Perjanjian Pertahanan Bersama AS-Filipina di Laut China Selatan," tambah Gedung Putih.

Kanada, Australia, Jepang, dan negara-negara lain sudah menyuarakan kekhawatiran mengenai niat China di perairan tersebut. Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, China dan Vietnam saling mengklaim Laut China Selatan sebagai wilayah mereka. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA