Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Nestapa Karim Benzema di Negeri Sendiri

Kamis 01 Apr 2021 07:48 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

Karim Benzema dari Real Madrid.

Karim Benzema dari Real Madrid.

Foto: AP/Alvaro Barrientos
Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, bingung Benzema tak dipakai lagi oleh Prancis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Karim Benzema sepertinya masih belum terlepas dari nasib sial. Setelah dicekal untuk membela tim nasional (timnas) Prancis, kini striker Real Madrid itu bakal menjalani hukuman penjara. Jaksa Versailles, Prancis, memutuskan Benzema harus menjalani hukuman penjara pada 20-22 Oktober 2021.

Dikutip dari ESPN, Rabu (31/3), hukuman ini buntut dari kasus blackmail terhadap mantan rekan setimnya di Prancis, Mathieu Valbuena, terkait dengan rekaman video asusila. Benzema dianggap menekan Valbuena untuk membayar pemeras yang mengancam menyebarkan video pornonya pada 2015.

Dalam kasus tersebut, Benzema dinilai terlibat bersama teman masa kecilnya untuk menjadi mediator dan meyakinkan Valbuena agar mengikuti keinginan pemeras tersebut. Valbuena pun melapor ke polisi. Kasus ini kemudian membuat Benzema dilarang masuk timnas sejak November 2015. Perdana Menteri Manuel Valls pun menyatakan Benzema sudah tak punya tempat lagi di timnas.

Selain Benzema, ada empat orang lagi yang akan ditahan terkait skema pemerasan ini. Pemain keturunan Aljazair ini sebenarnya punya hubungan baik dengan pelatih Prancis Didier Deschamps. Namun hubungan tersebut memburuk saat ia menyebut Deschamps melakukan tindakan rasialisme karena tak memasukkannya ke skuad Prancis pada Piala Eropa 2016. Karena itu, karier Benzema di timnas berakhir pada 81 penampilan dan 27 gol.

Mendengar keputusan Jaksa Versailles ini, pemain berusia 33 tahun itu malah bersyukur. Ia merasa lega karena kasus ini akhirnya menemui kejelasan. ''Akhirnya, mari jalani, perang kata-kata ini akhirnya selesai untuk selamanya,'' ujar Benzema dikutip dari Marca.

Benzema, saat dituding terlibat dalam pemerasan Valbuena, menyebut ada kesalahpahaman besar. Ia mengeklaim hanya ingin membantu rekan setimnya. Ia mengatakan, mencoba mengingatkan Valbuena untuk waspada dengan isu tersebut dan berusaha membantunya. Sebab, Benzema mengaku pernah mendapatkan ancaman serupa. ''Dia adalah seseorang yang bermain bersama saya di Prancis dan seorang teman,'' kata Benzema.

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, bingung Benzema tak dipakai lagi oleh Prancis. Benzema mencetak gol dalam enam pertandingan beruntun, setelah menyumbang dua gol dalam kemenagan Los Blancos 3-1 atas Celta Vigo di Balaidos sebelum jeda internasional. Musim ini, Benzema tampil cukup gemilang untuk Madrid setelah mencetak 23 gol dalam 32 laga di semua kompetisi.

''Anda tidak mengerti kenapa Benzema tidak membela negaranya. Banyak orang tidak paham itu. Tapi saya senang sebagai pelatih Real Madrid. Dia melakukan pekerjaan sangat bagus untuk tim,'' kata Zidane.

Di sisi lain, Benzema menunjukkan dirinya tidak seburuk yang orang pikirkan dari kasus blackmail ini. Ia mengirim pesan hangat kepada seorang wanita berusia 100 tahun bernama Victorina yang merupakan fan beratnya.

Victorina jadi perhatian Benzema dan Real Madrid, setelah dirinya tak berhenti bicara soal sang striker selama menjalani vaksinasi Covid-19. Setelah mendengar kabar tersebut, Benzema mengirimkan Victorina sebuah jersey Real Madrid berikut tanda tangannya dan mengirim pesan video untuknya. ''Halo Victorina, apa kabar? Pelukan hangat dan doa terbaik dari saya. Semoga segera bertemu!''

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA