Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Vaksinasi dan Pembangunan Infrastruktur Gairahkan Ekonomi

Kamis 01 Apr 2021 06:59 WIB

Rep: m nursyamsi/ Red: Hiru Muhammad

Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 di sentra vaksinasi BUMN.

Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 di sentra vaksinasi BUMN.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Keputusan memberi stimulus bagi BUMN untuk reaktivasi bisnis adalah langkah tepat

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Toto Pranoto mengatakan program vaksinasi memiliki dampak besar bagi pemulihan ekonomi nasional. Pasalnya, Toto menilai kesuksesan vaksinasi berujung pada kekebalan kelompok yang akan membantu percepatan pemulihan ekonomi.  

"Kalau kekebalan kelompok terbentuk otomatis pergerakan orang bisa semakin dinamis sehingga aktivitas bisnis juga bisa kembali normal. Jadi pemulihan ekonomi juga diharapkan bisa lebih cepat dilaksanakan," ujar Toto di Jakarta, Rabu (31/3).

Selain itu, keputusan pemerintah memberikan stimulus bagi BUMN untuk reaktivasi bisnis merupakan langkah tepat sembari menunggu program vaksinasi selesai. Toto menilai dukungan pemerintah sangat penting bagi BUMN menjalankan proyek strategis nasional.

"Proyek ini punya peranan menyerap tenaga kerja besar dengan program padat karya. Seperti KEK Mandalika yang dioperasikan BUMN yang diharapkan di akhir tahun ini bisa dioperasikan sebagai sirkuit Moto GP," lanjut Toto.

Toto juga mencontohkan daftar pembangunan bandara dan pelabuhan baru yang menanti realisasi pembangunan. Toto menyebut seluruh rencana tersebut menjadi pertanda reaktivasi aktivitas ekonomi. Dengan begitu akan terjadi multiflier effect ke sektor yang menjadi turunan termasuk transportasi, beton, aspal, dan lainnya.

Toto menambahkan, pendirian Sovereign Wealth Fund (SWF) juga akan menjadi alternatif pembiayaan yang baik untuk infrastruktur Indonesia. Di tengah kesulitan akses pembiayaan sebagian korporasi akibat tingkat DER yang sudah tinggi, Toto menilai, alternatif pembiayaan SWF dengan model penyertaan (ekuitas) menjadi solusi yang cukup baik. "Tapi tentu tidak ada makan siang gratis, investor SWF juga perlu pengembalian yang menarik. Jadi proyek yang ditawarkan kepada SWF juga harus betul-betul menarik," kata Toto menambahkan.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA