Kamis 01 Apr 2021 00:20 WIB

Setahun Pandemi, Wisma Atlet Temukan Pola Sama Tiap Liburan

Biasanya ada kenaikan kasus pasien di Wisma Atlet meski hanya libur pendek.

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Indira Rezkisari
Seorang pasien COVID-19 berolah raga di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.
Foto: MUHAMMAD ADIMAJA/ANTARA FOTO
Seorang pasien COVID-19 berolah raga di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 di Indonesia telah berjalan setahun terakhir. Sebagai salah satu fasilitas kesehatan rujukan, rumah sakit darurat (RSD) Covid-19 bisa mengambil pelajaran bahwa kasus Covid-19 bertambah usai liburan hingga bagaimana tetap optimal memberikan pelayanan kesehatan.

"Dari dinamika pasien yang dirawat dari waktu ke waktu, kami menyoroti libur, baik libur pendek hanya dua hari, libur panjang kemudian dua pekan setelah itu jumlah kasus (yang ditangani di RSD Wisma Atlet) pasti akan naik," ujar Koordinator Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet Mayjen TNI dr Tugas Ratmono saat mengisi konferensi virtual BNPB mengenai Update RSD Wisma Atlet, Rabu (31/3).

Baca Juga

Tak hanya melihat penambahan kasus di internal RSD Wisma Atlet, pihaknya juga mencocokkan dengan data penambahan kasus di DKI Jakarta hingga tingkat nasional. Hasilnya, dia melanjutkan, ternyata juga sama-sama menunjukkan peningkatan. Sebaliknya, kalau kasus turun maka pasien yang ditangani di RSD Wisma Atlet juga ikut turun.

"Ini menunjukkan dalam setahun kami bisa melihat pola dan ini sangat bermanfaat untuk bagaimana kami mengantisipasi supaya tidak terjadi suatu peningkatan kasus lebih cepat," ujarnya.

Pemetaan ini diakui sangat penting bagi pihaknya dan semua pihak. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah supaya lebih efektif daripada mengobati.

Selain itu, Tugas mengakui selama satu tahun perjuangan ini, RSD Covid-19 Wisma Atlet betul-betul berjibaku mempersiapkan pelayanan yang betul-betul optimal. Ujian dalam memberikan penanganan yang maksimal ini terutama saat Januari kemarin.

Ia menambahkan, RSD Wisma Atlet mendapatkan kesulitan untuk merujuk pasien dari rumah sakit Wisma Atlet ke rumah sakit (RS) rujukan di DKI Jakarta karena ketersediaan tempat tidur mulai kurang. "Kami harus betul-betul antisipasi sampai merawat yang berat dan ini tidak mudah untuk menyiapkan dan mengantisipasinya. Berkat teman-teman yang luar biasa, kami bisa lakukan dengan standar prosedur yang baik dan memberikan pelayanan terbaik untuk pasien," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement