Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Ketua MPR: Masa Depan Indonesia ada pada Desa dan Bertani

Rabu 31 Mar 2021 19:05 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Ketua MPR yakin aktivitas ekonomi akan bergeser ke desa dan pertanian

Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Ketua MPR yakin aktivitas ekonomi akan bergeser ke desa dan pertanian

Foto: Kementan
Ketua MPR yakin aktivitas ekonomi akan bergeser ke desa dan pertanian

REPUBLIKA.CO.ID, SALATIGA -- Langkah yang dilakukan Walikota Salatiga dalam mengembangkan vanili dinilai Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo sebagai langkah strategis sebagai upaya mengangkat perekonomian rakyat karena masa depan Indonesia menurutnya bukan lagi di Jakarta atau kota-kota besar lainnya.

"Dalam kondisi pandemi seperti ini, ada 5 negara yang akan terhindar dari krisis pangan dunia, diantaranya adalah Indonesia. Dan hanya 3 sektor yang bertahan bahkan tumbuh, salah satunya pertanian. Tadi, kata Pak Mentan, nilai ekspor pertanian sepanjang 2020 hampir mencapai 500 triliun," ujar Bambang saat menyampaikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dan Pencanangan Salatiga sebagai Kota Empat Pilar dan Kota Vanili di Pendopo Rumah Dinas Walikota Salatiga, Rabu (31/3).

Bamsoet, begitu Ketua MPR RI akrab dipanggil menjelaskan bahwa kota-kota besar tidak lagi akan menjanjikan karena aktivitas bisnis akan bergeser ke desa."Beberapa kawan kembali ke desa, bertani dan mengembangkan UMKM. Sekarang tumbuh dan berkembang lewat pasar online. Ini artinya, berbisnis itu mudah," katanya.

Kota Salatiga menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memiliki potensi untuk pengembangan vanili karena ada kesesuaian kondisi lahan dan agroklimat. "Konsep pengembangan berbasis pekarangan, 10 tanaman vanili per kepala keluarga menjadi pilihan untuk memberdayakan masyarakat," kata Mentan.

Sebagai informasi, volume ekspor vanili Indonesia periode Januari-Desember 2020 sebesar 363,5 ton atau senilai Rp 873 miliar atau meningkat 28,16 persen dibanding periode yang sama tahun 2019.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA