Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Sharon Stone Ungkap Hal tak Terduga di Buku Biografinya

Rabu 31 Mar 2021 13:14 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Nora Azizah

Buku biografi Sharon Stone 'The Beauty of Living' saat ini tengah dinantikan.

Buku biografi Sharon Stone 'The Beauty of Living' saat ini tengah dinantikan.

Foto: Flickr
Buku biografi Sharon Stone 'The Beauty of Living' saat ini tengah dinantikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam buku biografi Sharon Stone “The Beauty of Living Twice”, ada hal terduga yang diungkapkan Stone. Ia mengaku bahwa kakeknya, Clarence Lawson, diduga melakukan pelecehan seksual terhadapnya dan adik perempuannya, Kelly, saat masih anak-anak.

Aktris berusia 63 tahun itu mengatakan, neneknya adalah orang yang memfasilitasi dugaan pelecehan itu dengan mengunci mereka semua di satu ruangan bersama-sama. Tuduhan pelecehan itu sangat traumatis sehingga menyebabkan dia dan adik perempuannya merasa lega ketika kakek mereka akhirnya meninggal.

Sharon berusia 14 tahun dan Kelly berusia 11 tahun saat kakek mereka meninggal. Kelegaan itu dimulai begitu mereka melihat tubuh kakeknya dalam peti mati di pemakamannya.

“Saya merasa kepuasan itu terasa aneh, dan berpikir bahwa dia akhirnya mati,” tulis Sharon dilansir dari Daily Mail, Rabu (31/3).

“Saya melihat ke arah Kelly dan dia mengerti, saat itu dia berusia 11 tahun. Dia mengerti bahwa akhirnya semua mimpi buruk itu sudah berakhir,” tulisnya lagi.

Sharon dan Kelly, yang bisa dilihat dalam foto Instagram yang dibagikan Sharon di akunnya, mereka dibesarkan di Meadville, Pennsylvania. Selain pengalaman mereka dengan dugaan pelecehan seksual, Sharon berbagi pengalaman pribadi lainnya dalam bukunya yang sangat dinantikan itu.

Dia juga mengklaim bahwa dia ditipu agar tidak mengenakan pakaian dalam adegan di film “Basic Instinct” tahun 1992. Kru produksi diduga menyuruhnya melepas celana dalam alasannya karena celana dalam Sharon berwarna putih dan itu memantulkan cahaya dalam adegan tersebut. Kru berjanji bahwa kemaluannya tidak akan terlihat, dan dia menyadari bahwa itu hanya janji palsu.

Meskipun dia menjelaskan bahwa dia awalnya mencoba melawan adegan itu dengan seorang pengacara, dia akhirnya memutuskan untuk menyimpannya. Dia diberitahu oleh sutradara Paul Verhoeven bahwa dia tidak punya pilihan, dan akhirnya ia berpikir itu benar untuk filmnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA