Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Satgas: 24 Kelurahan di Depok Masuk Zona Kuning

Rabu 31 Mar 2021 01:10 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Warga melihat peta peyebaran kasus Covid-19 melalui ponsel.

Warga melihat peta peyebaran kasus Covid-19 melalui ponsel.

Foto: Antara/Moch Asim
Satgas Covid-19 Depok mengingatkan masyarakat untuk terus menerapkan prokes.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK, JABAR -- Sebanyak 24 kelurahan di Kota Depok, Jawa Barat masuk dalam zona kuning atau wilayah dengan risiko rendah penularan virus corona. Hal itu disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana di Depok, Selasa (30/3).

"Walaupun penanganan Covid-19 terus membaik kami tetap mengingatkan kepada masyarakat untuk mengikuti imbauan dan arahan dari pemerintah dalam menjalankan aktivitas. Serta selalu menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," kata Dadang.

Penetapan zona kuning tersebut berdasarkan penghitungan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Depok pada pekan ke-56 dari 22-28 Maret 2021. Kelurahan yang masuk zona kuning atau memiliki risiko rendah yaitu Pangkalan Jati Baru, Pangkalan Jati, Krukut, Kedaung, Cinangka, Sawangan Baru, Sawangan, Bedahan, Serua, Bojong Sari, Duren Mekar, Cipayung dan Cipayung Jaya.

Kemudian, Rangkapan Jaya Baru, Rangkapan Jaya, Depok Jaya, Depok, Pancoran Mas, Abadi Jaya, Cisalak, Cisalak pasar, Pasir Gunung Selatan, Jatimulya dan Leuwinanggung. Sedangkan, ada 39 kelurahan yang masuk zona oranye atau memiliki risiko sedang penularan Covid-19.

Bagi kelurahan yang masuk zona kuning dan oranye masih harus terus meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan agar risiko penularan dapat diminimalkan.

Sebelumnya Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof drh Wiku Adisasmito, M.Sc, Ph.D. menyatakan penanganan Covid-19 di Indonesia dilakukan dengan menggunakan pendekatan strategi, struktur, sistem, skill, speed (5S) dan target (1T). Target utamanya adalah menjaga kesehatan orang yang sehat, menyembuhkan yang kurang sehat, dan mengobati yang sakit.

"Pendekatan ini kita lakukan secara terstruktur, tersistem, dan masif di daerah-daerah target sasaran kita, mulai dari pusat sampai daerah, dan ternyata ini cukup efektif," katanya.

Hal ini terbukti dari paparan data kasus Covid-19 per 24 maret 2021 yang menunjukkan jumlah penambahan kasus positif di angka kisaran 5.227. Jumlah ini menurun setengahnya dibandingkan pada Februari 2021 yang pernah mencapai angka di atas 10.000 kasus.

Jumlah kasus sembuh juga sudah cukup bagus dengan lebih dari 1,3 juta orang mengalami kesembuhan atau sekitar 88,9 persen persen dari jumlah pasien yang teridentifikasi mengalami Covid-19.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA