Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Wapres: Pembangunan Infrastruktur untuk Perkecil Kesenjangan

Selasa 30 Mar 2021 16:19 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Gita Amanda

Wakil Presiden Maruf Amin melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (30/3)

Wakil Presiden Maruf Amin melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (30/3)

Foto: Humas Pemprov Kalteng.
Pembangunan bandara yang bertujuan mempersatukan Indonesia lewat konektivitas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan fokus Pemerintah saat ini membangun infrastruktur darat, udara dan laut serta digital. Langkah ini kata Wapres, dalam rangka membangun kesatuan negara Republik Indonesia baik dari sisi geografis, politik maupun ekonomi.

Wapres berharap melalui infrastruktur, semua wilayah di NKRI dapat terhubung dan ekonomi bisa terbangun. "Semua wilayah negara ini bisa terhubung dari satu wilayah ke wilayah lain, ekonomi juga terbangun untuk memperkecil disparitas kesenjangan antar daerah melalui upaya infrastruktur itu," kata Wapres saat peresmian Bandara HM Sidik Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah, Selasa (30/3).

Wapres mengatakan, salah satunya pembangunan bandara yang bertujuan mempersatukan Indonesia melalui konektivitas antarprovinsi, antarkabupaten, dan antarkota di seluruh Indonesia. Termasuk pembangunan Bandara Haji Muhammad Sidik, bentuk upaya pemerintah dalam meningkatkan konektifitas udara.

Sebab, pengadaan bandara ini juga sejalan dengan pembangunan lumbung pangan (Food Estate) di Provinsi Kalimantan Tengah yang menjadi program prioritas nasional. Selain itu, melalui pembangunan bandara diharapkan dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada di wilayah tersebut.

Untuk itu, Wapres berharap Bandara Haji Muhammad Sidik dapat dikelola dengan baik, sehingga mampu memberikan kontribusi positif dalam mendukung pergerakan ekonomi, industri wisata, industri kelapa sawit, serta pertambangan batubara dan emas di Kalimantan Tengah.

"Seperti emas, ada batubara, sawit, kita harapkan melalui bandara ini, konektivitas terbangun, ekonomi juga jadi maju, kesenjangan juga makin kita perkecil, itu kira kira kenapa bandara ini menjadi strategis dan penting dibangun," katanya.

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran dalam sambutannya optimistis pembangunan Bandara Haji Muhammad Sidik akan mendorong munculnya titik-titik ekonomi baru di Kalimantan Tengah.

"Karena bandara ini sangat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Barito Utara dan sekitarnya, secara umumnya untuk Kalimantan Tengah, dengan hadirnya simpul-simpul transportasi," kata Sugianto.

Selain itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melaporkan Bandara Haji Muhammad Sidik dapat menampung lebih dari 50 ribu orang dalam setahun. Budi Karya juga berkomitmen untuk terus meningkatkan pembangunan bandara dengan runway sepanjang 1.400 meter dan luas 30 meter itu.

"Kita memang selalu memperhatikan komitmen pemerintah, untuk selalu melakukan pemerataan pembangunan ke daerah-daerah, ke seluruh daerah, ke seluruh provinsi, dan Kalimantan Tengah adalah salah satu daerah yang memang kita perhatikan," ungkap Budi Karya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA