Selasa 30 Mar 2021 11:46 WIB

Menag Kunjungi Katedral Makassar Sampaikan Simpati

Menag mengatakan bahwa kunjungannya ke Gereja Katedral untuk menyampaikan simpati

Rep: Fuji E Permana/ Red: Esthi Maharani
Anggota Kepolisian menjaga Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3/2021). Penjagaan gereja masih di perketat pasacaledakan bom bunuh diri.
Foto: Antara/Sahrul Manda Tikupadang
Anggota Kepolisian menjaga Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3/2021). Penjagaan gereja masih di perketat pasacaledakan bom bunuh diri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tiba di Makassar, Sulawesi Selatan untuk mengetahui langsung kondisi pasca ledakan bom di depan Gereja Katedral pada Senin (29/3) sore.

Di lokasi bom bunuh diri, Menag didampingi Uskup Agung Makassar Mgr John Liku Ada' langsung berkeliling mengecek sejumlah titik di lingkungan gereja. Menag mengatakan bahwa kunjungannya ke Gereja Katedral untuk menyampaikan simpati kepada pimpinan serta para jamaah gereja Katolik tertua di Makassar tersebut.

Menag kembali menegaskan sangat mengutuk keras aksi terorisme yang menyasar jamaah Gereja Katedral pada Ahad (28/3) hingga menyebabkan belasan orang terluka. "Saya ke sini menyampaikan keprihatinan dan simpati ke Gereja Katedral dan para jamaah. Kita semua berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali," kata Menag melalui pesan tertulis yang diterima Republika, Selasa (30/3).

Menag juga meminta Uskup Agung Makassar Mgr John Liku Ada' untuk menenangkan jamaahnya, meski telah menjadi sasaran pengeboman. Menag berharap jamaah tidak perlu khawatir dan tetap menjalankan ibadah seperti biasa.

"Beribadahlah seperti biasa, jangan ketakutan, kita akan lawan, hadapi kelompok-kelompok yang melakukan teror itu," ujar Menag.

Untuk memerangi teror dan radikalisme, Menag mengakui itu bukan perkara ringan. Untuk itu, dia mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan dan bekerja sama melawan musuh bersama tersebut.

"Kita butuh kerjasama semua pihak, media, aparat keamanan, agar tragedi kemanusiaan tidak terulang lagi," ujarnya.

Menag juga berharap para pemuka agama agar terus berdakwah dengan mengutamakan jalan yang damai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian. Dengan jalan itu maka agama hakikatnya ditempatkan pada fungsinya, yakni menebarkan kedamaian serta kasih sayang.

"Tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan  teror. Saya berharap nilia-nilai ini terus disampaikan oleh para tokoh agama," kata Menag.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement