Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Alasan Ibu Boleh tidak Puasa Ramadhan dalam Kondisi Tertentu

Selasa 30 Mar 2021 12:00 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

Alasan Ibu Boleh tidak Puasa Ramadhan dalam Kondisi Tertentu. Foto: Wanita haid (ilustrasi).

Alasan Ibu Boleh tidak Puasa Ramadhan dalam Kondisi Tertentu. Foto: Wanita haid (ilustrasi).

Foto: Republika/Musiron/ca
Puasa Ramadhan boleh tidak dilakukan ibu dalam kondisi tertentu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Dalam kondisi tertentu wanita (ibu) terhalang mengerjakan ibadah tepat pada waktunya, karena haid, hamil atau menyusui. Sehingga ketika ibadah shalat maupun puasa sudah waktunya dikerjakan ibu tidak mengerjakannya dengan alasan khawatir jika puasa atas keselamatan diri atau anaknya.

Wafa binti Abdul Aziz As Suwailim dalam kitabnya "Fikih Ibu Himpunan Hukum Islam Khas Ummahat" mengatakan Allah mewajibkan kaum Muslimin berpuasa dan memberikan keringanan pada sekelompok dari mereka untuk tidak berpuasa saat berhalangan.

"Di antara kelompok yang diberi keringanan ini adalah wanita hamil dan menyusui ketika mengkawatirkan keselamatan diri atau anaknya," katanya

Wafa menerangkan yang dimaksud kekhawatiran wanita hamil atau menyusui terhadap keselamatan diri atau anak harus ada bahaya signifikan yang akan terjadi ketika yang bersangkutan berpuasa, seperti serangan penyakit. Sedangkan yang dimaksud kekhawatiran terhadap anak adalah keguruan dan minimnya suplai air susu ibu bagi yang disusui.

"Puasa mungkin saja meningkatkan berbagai penyakit tetapi itu masih bersifat kemungkinan," katanya.

Selain itu, mungkin juga bisa mengurangi suplai air susu ibu, tetapi itu hanya bersifat kemungkinan. Ketika kondisi kian memburuk, si Ibu boleh berbuka.

Namun semua kekhwatiran itu kata Wafa sudah harus berdasarkan riset atau minimal pendapat dokter Muslim yang kopeten. Jika tidak ada riset atau pendapat ahli maka kekhawatiran itu sebaiknya dikesampingkan.

"Atasan kekawatiran harus mengacu pada dugaan kuat berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, atau informasi dokter muslim yang cerdas," katanya.
 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA