Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

2024, Target Serapan Lulusan Perguruan Tinggi 66,7 Persen

Selasa 30 Mar 2021 07:12 WIB

Red: Ratna Puspita

[Ilustrasi mahasiswa] Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong perguruan tinggi untuk menyiapkan strategi agar para lulusan atau alumni dapat terserap hingga 66,7 persen pada 2024.

[Ilustrasi mahasiswa] Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong perguruan tinggi untuk menyiapkan strategi agar para lulusan atau alumni dapat terserap hingga 66,7 persen pada 2024.

Foto: mgrol101
Kemendikbud mendorong kampus mewujudkan target serapan alumni atau lulusan 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong perguruan tinggi untuk menyiapkan strategi agar para lulusan atau alumni dapat terserap hingga 66,7 persen pada 2024. Indikator keberhasilan kampus bisa dilihat dari jumlah lulusan yang bisa terserap masuk dunia kerja, dunia industri atau berwirausaha.

"Jadi, target alumni langsung bekerja setelah kelulusan selama setahun itu pada akhir 2024 mencapai 66,7 persen. Ini memang menjadi tantangan kita bersama (menyiapkan strategi)," kata Koordinator Penjaminan Mutu Kemendikbud Rahayu Retno pada sosialisasi Instrumen tracer study di LLDikti IX, XI dan XVI secara terbatas dan daring di Menara UMI Makassar, Senin (29/3).

Baca Juga

Ia mengatakan, upaya merealisasikan itu dibutuhkan komitmen dan kerja keras sehingga perguruan tinggi dapat mencetak mahasiswa yang memiliki keahlian. Dengan demikian, mahasiswa bisa langsung terserap dalam dunia industri saat lulus.

Kepala LLDIKTI IX Sulawesi Prof Jasruddin mengatakan perguruan tinggi merasa bersalah jika alumni tidak memiliki kejelasan setelah selesai di kampus. Untuk itu, pihak kampus memang perlu menelusuri rekam jejak para lulusan atau alumni.

"Saya kira dengan instrumen tracer study yang dikembangkan Kemendikbud, akan membantu kampus mendata para alumni. Apalagi, ini akan menjadi bahan penilaian klasterisasi perguruan tinggi," tuturnya.

Bahkan, katanya, berlanjut atau tidaknya satu program studi tentu berdasarkan dari hasil instrumen tracer study. "Ini juga menjadi pedoman bagi dunia industri untuk menggunakan kemampuan para alumni," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA