Senin 29 Mar 2021 20:59 WIB

Makam Menggelembung di Padang Pariaman Dibanjiri Pengunjung

Warga diminta tak kaitkan fenomena makam menggelembung dengan hal mistis.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Bayu Hermawan
Fenomena unik di Korong atau Kampung Sungai Asam, Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, di mana ada sebuah kuburan yang tiba-tiba mengelembung besar dan tinggi
Foto: Tangkapan layar
Fenomena unik di Korong atau Kampung Sungai Asam, Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, di mana ada sebuah kuburan yang tiba-tiba mengelembung besar dan tinggi

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG PARIAMAN -- Fenomena makam menggelembung di Korong Sungai Asam, Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung,  Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, kian mengundang perhatian umum. Wali Korong Sungai Asam, Anuar mengatakan, saat ini kuburan tersebut selalu mendapatkan kunjungan dari banyak orang. 

"Seperti kita lihat, ini setiap hari ratusan orang yang datang untuk melihat. Jadi atas kesepakatan bersama semua pihak, harus kita beri pagar pembatas, sehingga tidak ada yang rusak," kata Anuar, Senin (29/3).

Baca Juga

Saat ini, kata Anuar, kuburan tersebut juga dipasangi tirai dari kain putih oleh salah seorang warga yang merasa kuburan tersebut adalah makam dari kerabatnya. "Kebetulan kalau tradisi kita, kalau ada yang meninggal, pas dikubur, memang dipasang tirai. itu tradisinya," ucap Anuar.

Meski begitu belum ada kepastian warga pemasang tirai tersebut adalah keluarga dari jenazah di makan menggelembung tersebut. Karena belum ada bukti yang kuat dan tidak ada tulisan di nisan yang tertancam.

Hingga saat ini, pihak terkait di kampung tersebut masih mencari tahu siapa sosok yang dimakamkan dalam kuburan aneh dan membuat heboh itu. Pemerintah daerah bersama alim ulama setempat baru mengetahui bahwa area kuburan itu merupakan milik kaum atau suku Panyalai.

"Siapa yang dimakamkan di sana, itu belum ada yang tahu, karena kuburannya sudah lama dan tidak ada nama di batu nisannya. Tapi, itu kuburan kaum Suku Panyalai," kata Anuar menambahkan.

Anuar berharap, masyarakat jangan berasumsi dan mengaitkan fenomena ini kepada hal-hal berbau mistis.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement