Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Peretas Dapatkan Akses Akun Email Mantan Pejabat Keamanan AS

Senin 29 Mar 2021 19:35 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Peretas (ilustrasi).

Peretas (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Peretas dapatkan akses ilegal dalam peretasan SolarWinds.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Peretas yang diduga bekerja untuk Rusia mendapat akses ke akun email milik mantan kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) dalam peretasan SolarWinds. Hal ini dilaporkan oleh Associated Press (AP) pada Senin (29/3).

Laporan AP mengatakan peretasan mantan penjabat sekretaris DHS Chad Wolf dan akun email milik pejabat di staf keamanan siber departemen, tidak diketahui publik. Dilansir dari Reuters, Senin (29/3), DHS tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Dalam pelanggaran keamanan di SolarWinds Corp yang terungkap pada Desember 2020, peretas menyusup ke perangkat lunak manajemen jaringan perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS). Peretas menambahkan kode yang memungkinkan mereka untuk memata-matai pengguna akhir. Para peretas menembus sembilan agen federal dan 100 perusahaan.

Pekan lalu, Reuters melaporkan bahwa perintah eksekutif administrasi Presiden AS Joe Biden akan mengharuskan banyak vendor perangkat lunak untuk memberitahu pelanggan pemerintah federal mereka ketika perusahaan mengalami pelanggaran keamanan siber.

Sisi lain, Pemerintah AS yang dipimpin oleh Presiden Joe Biden  dilaporkan tengah mempersiapkan serangkaian serangan siber (dunia maya) yang agresif untuk Rusia. Dilansir dari The Irish Independent, serangan siber diperkirakan terjadi dalam dua minggu kedepan. AS merencanakan itu sebagai pembalasan atas terjadinya peretasan SolarWinds, infiltrasi skala besar yang ditemukan oleh lembaga pemerintah dan perusahaan Amerika akhir tahun lalu yang ditelusuri terkait dengan Rusia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA