Senin 29 Mar 2021 16:13 WIB

BPJS Kesehatan Gandeng WeCare Kembangkan Fitur Donasi 

Fitur donasi untuk memperluas cakupan peserta dan tingkatkan kolektibilitas iuran.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolandha
Sejumlah warga mengantre untuk memperbaharui data peserta BPJS di Kantor BPJS Cabang Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (4/1). BPJS Kesehatan menjajaki kerja sama dengan lembaga penggalang dana, WeCare.id untuk mengembangkan fitur donasi.
Foto: ANTARA/Jojon
Sejumlah warga mengantre untuk memperbaharui data peserta BPJS di Kantor BPJS Cabang Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (4/1). BPJS Kesehatan menjajaki kerja sama dengan lembaga penggalang dana, WeCare.id untuk mengembangkan fitur donasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BPJS Kesehatan menjajaki kerja sama dengan lembaga penggalang dana, WeCare.id untuk mengembangkan fitur donasi. Sinergi ini dilakukan dalam rangka memperluas cakupan peserta JKN-KIS dan meningkatkan kolektibilitas iuran, khususnya dari segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Arief Witjaksono Juwono Putro mengatakan BPJS terus mengupayakan langkah donasi ini sebagai salah satu alternatif dan inovasi pendanaan. Dengan adanya program crowdfunding diharapkan masyarakat Indonesia yang belum terlindungi jaminan kesehatan oleh negara maupun secara mandiri, dapat segera memiliki perlindungan JKN-KIS.

"Bersama WeCare.id, kami mengajak masyarakat yang berkondisi finansial mapan, untuk ikut membantu peserta JKN-KIS dalam membayarkan iuran kepesertaannya melalui program donasi ini," katanya dilansir keterangan pers, Senin (29/3).

WeCare.id merupakan platform penggalangan dana dalam bentuk website dan aplikasi yang didedikasikan khusus untuk membantu kebutuhan medis masyarakat. Melalui WeCare.id, donatur dapat melihat daftar dan informasi para penerima manfaat yang menerima donasi masyarakat.

Arief mengungkapkan, diluncurkannya program urun dana JKN-KIS diharapkan mampu mendorong minat masyarakat untuk membantu sesama agar memiliki perlindungan jaminan kesehatan. Menurutnya, animo masyarakat untuk berdonasi dalam program crowdfunding JKN-KIS terbilang cukup tinggi.

Hal ini terbukti dengan jumlah dana urun dana yang diterima oleh BPJS Kesehatan per 31 Desember 2020 mencapai Rp 1,33 miliar dan telah disalurkan kepada 3.784 peserta JKN-KIS. Tak dipungkiri, pandemi Covid-19 juga berimbas pada kesejahteraan ekonomi masyarakat Indonesia, termasuk peserta JKN-KIS segmen PBPU.

"Ada yang di-PHK, ada yang mengalami kesulitan finansial, dan akhirnya tidak bisa membayar iuran JKN-KIS mereka sehingga status kepesertaannya menjadi tidak aktif," katanya.

Di sisi lain, ada juga kelompok masyarakat tidak mampu yang belum terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Di sinilah masyarakat berkondisi finansial mapan bisa ikut berperan membantu kelompok tersebut. BPJS Kesehatan dan WeCare.id siap memfasilitasinya.

Untuk mempermudah masyarakat dalam menyalurkan sumbangannya, WeCare.id telah menyediakan berbagai metode pembayaran yang sangat fleksibel, seperti berbagai uang elektronik, kartu debit atau kredit, maupun transfer antar bank dengan virtual account.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement