Kampus Mengajar, Mahasiswa Diharapkan Punya Passion Mendidik

Rep: Inas Widyanuratikah / Red: Ratna Puspita

Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikti Kemendikbud) Prof Ir Nizam
Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikti Kemendikbud) Prof Ir Nizam | Foto: Dok UBSI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam berharap mahasiswa memiliki passion mendidik. Karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengimplementasikan salah satu program Kampus Merdeka, yaitu Kampus Mengajar.

"Saya menginginkan anak-anak kita memiliki passion mendidik sejak menjadi mahasiswa. Jika sejak dini kita terjunkan ke tempat atau sekolah yang tidak memiliki guru, akan sangat membantu proses pembelajaran," ujar Nizam dalam kunjungan kerja di Papua, dalam keterangannya, Ahad (28/3). 

Baca Juga

Nizam memulai rangkaian kunjungan kerja hari pertama di daerah Papua dengan mengunjungi sekolah dasar di pedalaman Nalca, Kabupaten Yahukimo, Papua. Setelah menginjakkan kaki di pedalaman tersebut, Nizam menginginkan program Kampus Mengajar dapat pula diimplementasikan di wilayah tersebut. 

Tanah papua memiliki potensi yang sangat tinggi dari segala aspek, mulai dari sumber daya alam, sampai potensi kemajuan masyarakat yang luar biasa. Saat ini, pemerintah sedang membangun infrastruktur untuk menghubungkan seluruh wilayah di Papua guna mendukung kemajuan di semua lini sektor. 

Nizam menerangkan, setiap anak harus memiliki hak akses yang luas terhadap seluruh perguruan tinggi baik di dalam maupun luar negeri. Untuk itu, menurutnya, mobilitas anak-anak Indonesia harus terbuka di seluruh nusantara dari sampai Merauke, bahkan di seluruh negara. 

Nizam menambahkan, Mendikbud Nadiem Makarim juga telah mengeluarkan kebijakan baru terkait Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang akan disesuaikan dengan biaya hidup yang sesuai dengan tempat mahasiswa akan belajar. KIP Kuliah juga akan disesuaikan dengan kelompok program studi yang akan dijalankan. 

"Dengan ini diharapkan para mahasiswa akan belajar sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki, sehingga memiliki peluang yang lebih besar untuk berkarier dan mengembangkan passion dalam dirinya," kata Nizam. 

Nizam juga mendorong perguruan tinggi untuk memberikan yang terbaik bagi para mahasiswa untuk melahirkan benih sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, ada tiga aspek yang paling penting untuk mewujudkan hal tersebut, yaitu kerjasama antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan industri di daerah.

Ketiga hal itu sebagaimana yang digelorakan pada semangat Kampus Merdeka. "Kunci kemajuan suatu negara adalah sumber daya manusia yang unggul, salah satu untuk mencapai hal tersebut adalah mulai dari mengemban pendidikan di perguruan tinggi," kata Nizam. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Ditjen Dikti Jalin Kerja Sama dengan University of Waterloo

6 Dosen UMP Lolos Menjadi DPL Program Kampus Mengajar

Papua Siap Gelar Papernas XVI

Komnas HAM Ingatkan BNPT Jangan Gegabah Nilai Kondisi Papua

Perguruan Tinggi Perlu Buka Peluang Potensi Mahasiswa

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image