Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Film Horor Indonesia Ini Tayang Serentak di 5 Negara ASEAN

Ahad 28 Mar 2021 14:59 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Film Jangan Sendirian.

Film Jangan Sendirian.

Foto: @jangansendirianofficial/Instagram
Ini bukan film horor klasik yang menampilkan karakter pocong maupun kuntilanak.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Film karya anak bangsa berjudul Jangan Sendirian akan menghadirkan konsep film horor gaya baru. Hal ini menyongsong dibukanya aktivitas perfilman di Tanah Air pada 1 April 2021.

"Ini bukan film horor klasik. Saya tidak akan lagi menampilkan karakter seperti pocong, kuntilanak, atau genderuwo," kata sutradara film Jangan Sendirian, X Jo, saat gala premiere film di XXI Yogyakarta, Sabtu (27/3) malam.

Menurut X Jo, film berdurasi 80 menit itu tidak akan menjual keseraman seperti umumnya film-film horor yang telah tayang di bioskop. Alih-alih menghadirkan karakter-karakter hantu konvensional, film yang tayang serentak di lima negara ASEAN itu bakal memunculkan sosok-sosok imajiner yang selama ini belum dikenal penikmat film di Indonesia.

Dia lebih senang menyebut film garapannya digolongkan dalam genre thriller horor. Tidak sekadar menakut-nakuti, melalui film bersensasi petualangan itu dia ingin para penonton juga merasakan bagaimana rasanya diteror.

"Film dengan konsep ini sedang populer di Eropa. Saya yakin pasar Asia banyak yang senang," kata dia.

Eksekutif produser film Jangan Sendirian, Henry Boboy, mengatakan film ini sempat tertunda lama dan akhirnya bisa dipercaya XXI untuk tayang. Selain tayang di seluruh bioskop di Indonesia, film itu juga bakal tayang di bioskop beberapa negara ASEAN.

Film ini tayang di lima negara ASEAN, tayang serentak pada tanggal 8 April. "Ini kehormatan yang sangat besar untuk kami dan membuat kami lebih optimistis ke depannya," kata Boboy.

Eksekutif produser AdGlow Pictures, Aji Fauzi, mengatakan film yang cocok untuk usia penonton 17 tahun di Indonesia itu terbilang unik dan terbukti banyak diminati pelaku perfilman di sejumlah negara ASEAN."Buktinya setelah nonton trailernya teman-teman dari negara ASEAN langsung tertarik dan mau ambil film kami. Jadi Alhamdulillah film ini bisa tayang dan menembus pasar ASEAN," kata Aji.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA