Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Jubir Wapres: Teror Bom Salah Gunakan Pemahaman Agama

Ahad 28 Mar 2021 14:40 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: A.Syalaby Ichsan

Juru Bicara Wakil Presiden RI Masduki Baidlowi (kiri) menyampaikan konferensi pers terkait kunjungan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di kantor MUI, Jakarta, Ahad (17/5). Dalam kunjungan tersebut membahas tentang rencana kegiatan gerakan moral bangsa sebagai implementasi dari 4 sehat 5 sempurna dengan menerapkan protokol covid-19 kepada masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat

Juru Bicara Wakil Presiden RI Masduki Baidlowi (kiri) menyampaikan konferensi pers terkait kunjungan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di kantor MUI, Jakarta, Ahad (17/5). Dalam kunjungan tersebut membahas tentang rencana kegiatan gerakan moral bangsa sebagai implementasi dari 4 sehat 5 sempurna dengan menerapkan protokol covid-19 kepada masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat

Foto: Republika/Thoudy Badai
Ia pun berharap aparat segera mengungkap pelaku, dalang serta motifnya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Juru Bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar pada Ahad (28/3) pagi. Masduki menegaskan aksi bom bunuh diri tersebut adalah tindakan tak bertanggung jawab.

"Ini adalah tindakan yang tidak bertanggungjawab. Menyalahgunakan pemahaman agama, ini adalah salah besar," kata Masduki dalam keterangannya, Ahad (28/3).
 
Masduki mengatakan, sebagai Jubir Wapres, ia menyesalkan terhadap tindakan kekerasan berupa pengeboman yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggunjawab. Ia pun berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku, dalang serta motif di balik aksi bom bunuh diri. Hal ini agar tidak menimbulkan banyak spekulasi terkait aksi bom tersebut.
 
Masduki juga berharap masyarakat tidak terpancing maupun terprovokasi terhadap opini-opini terkait aksi bom bunuh diri yang beredar di media sosial. Sebab, kata Masduki, hal ini memperkeruh pemberitaan atau di media sosial. 
 
"Kita percayakan sepenuhnya kepada polisi. Dan mudah-mudahan masyarakat sudah cukup dewasa, tidak mdah terprovokasi oleh kejadian-kejadian seperti ini. Sekali lagi ini adalah tindakan yang sangat tidak bertanggungjawab," katanya.
 
Aksi bom bunuh diri terjadi di pintu gerbang Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Ahad (28/3) pagi.
 
 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA