Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Makanan Populer yang Sebaiknya tak Dijadikan Makan Malam

Ahad 28 Mar 2021 14:29 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti

Fetucino alfredo menjadi salah satu makanan populer yang sebaiknya tak dikonsumsi untuk makan malam (ilustrasi).

Fetucino alfredo menjadi salah satu makanan populer yang sebaiknya tak dikonsumsi untuk makan malam (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Sepiring fetucini alfredo bisa mengandung 1.430 kalori.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seiap orang memiliki menu makan malam favorit. Sayangnya, belum tentu makanan yang disukai tersebut baik untuk dikonsumsi sebagai makan malam.

Setidaknya ada enam menu makan malam populer yang sebenarnya kurang baik dikonsumsi pada malam hari karena tinggi kalori. Berikut ini adalah keenam makanan tersebut, seperti dilansir di laman Eat This, baru-baru ini:

1. Fetucini alfredo

Sajian pasta memang mudah diolah dan memiliki rasa yang lezat. Terlebih, ada banyak jenis saus pasta yang bisa menjadi pilihan. Di antara beragam jenis saus pasta, alfredo sebaiknya tidak digunakan untuk sajian pasta yang akan disantap sebagai makan malam.

Alasannya, saus alfredo dibuat dengan banyak mentega, heavy cream, dan keju. Kombinasi bahan-bahan ini membuat saus alfredo memiliki kandungan sodium, lemak, dan kalori yang tinggi.

Sebagai contoh, satu sajian fetucini alfredo bisa mengandung 79 gram yang didominasi lemak jenuh dan trans, 4.310 mg sodium, dan 1.430 kalori. Padahal, American Heart Association merekomendasikan orang dewasa tak boleh mengonsumsi sodium lebih dari 2.300 mg per hari.

2. Fish and chips

Ikan goreng tepung yang disajikan bersama kentang goreng memang menggugah selera untuk dikonsumsi. Namun, kandungan kalori, lemak, dan sodium yang tinggi membuat sajian ini tak baik untuk dikonsumsi, khususnya pada malam hari. Satu sajian fish and chips bisa sampai mengandung 1.490 kalori, 103 gram lemak, dan 3.220 mg sodium.

Selain itu, konsumsi makanan yang digoreng juga tak hanya memicu kenaikan berat badan. Jenis makanan seperti ini turut meningkatkan risiko terjadinya strok atau serangan jantung.

3. Ayam parmesan

Ayam parmesan merupakan sajian ayam yang diselimuti tepung dan disajikan bersama dengan saus marinara, keju, dan pasta. Tak heran bila ada banyak orang yang menggemari sajian ini.

Akan tetapi kombinasi makanan dalam ayam parmesan membuat sajian ini menjadi 'bom' sodium. Satu sajian ayam parmesan bisa mengandung sampai 1.890 kalori, 107 gram lemak, dan 4.130 mg sodium.

4. Orange chicken

Sajian orange chicken memiliki rasa manis-asin yang sedap di lidah. Akan tetapi, saus yang digunakan dalam orange chicken sering kali mengandung gula yang sangat tinggi. Kandungan gula di dalam satu sajian orange chicken, bahkan bisa mencapai 55 gram atau setara dengan 18 keping oreo thin.

5. Nachos dengan banyak topping 

Ada beragam resep yang bisa ditiru untuk membuat sajian nachos. Akan tetapi, sebaiknya hindari resep sajian nachos dengan topping yang menggunung. Misalnya, sajian nachos dengan daging, keju, sour cream, jalapeno, dan gacamole.

Kombinasi beragam bahan tersebut bisa membuat nachos menjadi sajian yang tinggi kalori, lemak, dan sodium. Dengan resep seperti ini, satu sajian nachos bisa mengandung sampai 2.950 kalori, 210 gram lemak, dan 3.170 mg sodium.

6. Steak iga

Menggunakan potongan iga dalam sajian steak cukup populer dilakukan. Padahal, potongan iga memiliki kandungan lemak tertinggi dibandingkan potongan daging bagian lain.

Pemilihan saus yang kurang tepat juga dapat membuat sajian steak iga semakin tinggi akan kalori, lemak, dan sodium. Satu sajian steak iga bisa mengandung hingga 1.350 kalori, 103 gram lemak, dan 2.300 mg sodium.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA