Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

DKI Catat Kenaikan Permintaan Pangan 15 Persen

Sabtu 27 Mar 2021 21:31 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Bilal Ramadhan

Pekerja melayani pembeli di gerai mobil Toko Tani Indonesia di Pasar Cipete Selatan, Jakarta, Rabu (17/3). Kementeian Pertanian menggelar harga pangan murah di 34 lokasi di Jakarta, Bogor, dan Depok hinggal tanggal 20 Maret 2021 mendatang. Republika/Thoudy Badai

Pekerja melayani pembeli di gerai mobil Toko Tani Indonesia di Pasar Cipete Selatan, Jakarta, Rabu (17/3). Kementeian Pertanian menggelar harga pangan murah di 34 lokasi di Jakarta, Bogor, dan Depok hinggal tanggal 20 Maret 2021 mendatang. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Harga beras dan pangan lainnya di Jakarta masih relatif stabil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat terjadi kenaikan permintaan pangan setiap bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Kenaikan permintaan pangan itu mencapai 15 persen seiring dengan kenaikan harga pangan sebesar 5 persen.

“Dari data series kita, ada sekitar 10 sampai 15 persen itu permintaannya. Harganya pun mengikuti, kenaikannya diantara 3 sampai 5 persen. Itu adalah hal-hal yang masih kita lazimkan, karena memang selalu pedagang akan bilang setahun sekali,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Suharini Eliawati dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/3).

Menurut Eli, sapaan akrabnya, stok beras dalam kondisi normal, yakni mencapai 103.396 ton. Sedangkan pada hari besar keagamaan, permintaan beras sebesar 103.606 ton atau mengalami kenaikan 0,2 persen.

Kemudian, stok daging sapi pada hari normal atau biasanya sebanyak 5.509 ton, dan pada hari besar keagamaan mencapai 5.805 ton atau meningkat 5,37 persen. Lalu, stok daging ayam saat hari biasa, yaitu 23.701 ton, dan pada hari raya keagamaan sebanyak 24.254 ton atau naik 2,33 persen.

“Telur ayam, pada hari biasa atau normal mencapai 19.962 ton, hari besar keagamaan nasional (HBKN) 21.379, kenaikan 7,1 persen,” ujarnya.

Selain itu, sambung dia, permintaan cabe rawit saat hari biasa mencapai 2.506 ton, sedangkan pada hari besar keagamaan meningkat 2,95 persen atau sebanyak 2.580 ton. Selanjutnya, untuk cabe besar, pada kondisi normal mencapai 3.500 ton, dan saat hari besar keagamaan sebanyak 3.578 ton atau naik 2,23 persen.

Sementara itu, permintaan bawang merah mencapai 7.124 ton pada hari biasa, dan meningkat 2,74 persen atau sebesar 7.314 saat hari raya keagamaan. Bawang putih pada hari biasa 1.726 ton, HBKN 1.787 ton atau mengalami kenaikan 3,53 persen. Gula pasir pada hari biasa sebanyak 6.286 ton,dan saat HBKN menjadi 6.421 ton atau naik 2,44 persen.

“Minyak goreng hari biasa 16.562, sedangkan HBKN 16.948, kenaikan 2,33 persen,” ucap Eli.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PD Dharma Jaya Raditya Endra Budiman memastikan stok daging sapi dan ayam untuk kebutuhan di DKI Jakarta tercukupi dengan baik. Ia menyebut, pihaknya telah mengumpulkan asosiasi pedagang di beberapa wilayah.

“Insya Allah, persediaan daging sapi dan juga ayam itu cukup ya, aman. Karena ada beberapa faktor sudah kami antisipasi. Daging sapi kami yang ada di gudang itu ada sekitar 800 ton, daging ayam 400 ton, dan sapi hidup sekitar 200 ekor,” jelas Raditya.

Dia mengungkapkan, pasokan daging sapi ini didatangkan dari Kalimantan, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan beberapa daerah lainnya. Bahkan, kata Raditya, pihaknya mendapatkan daging impor dari Australia. Sehingga kebutuhan daging untuk warga Jakarta tercukupi.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo mengatakan, pihaknya memiliki early warning system atau peringatan dini terkait kebutuhan persediaan beras. Pamrihadi memastikan, harga beras dan pangan lainnya di Jakarta masih relatif stabil.

“Saat ini, harganya Rp 10.200 per kilogram untuk yang premium. Kemudian, (beras) medium Rp 8.600. Di dashboard paling bawah menggambarkan bahwasannya seluruh barang yang masuk ke Food Station, 60 persen didistribusikan di DKI, sisanya dikirim ke wilayah Bodetabek,” paparnya.

Menurut dia, peran Pasar Induk Cipinang terhadap persediaan beras di DKI Jakarta sangat penting.  Ia menyampaikan, terjadi peningkatan permintaan beras sebesar empat hingga lima persen pada bulan Maret 2021, dibandingkan dengan bulan Januari dan Februari 2021.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA