Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Wapres: Teknologi Digital Hilangkan Disparitas Ekonomi

Jumat 26 Mar 2021 22:35 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Wakil Presiden RI KH Maruf Amin. Wapres mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai kegiatan usaha maupun transaksi ekonomi. Ini karena pemanfaatan teknologi digital selama pandemi Covid-19 telah cepat menghilangkan disparitas baik sekat umur, gender, geografis, serta tingkat pendidikan warga dunia, menjadi anggota komunitas digital global.

Wakil Presiden RI KH Maruf Amin. Wapres mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai kegiatan usaha maupun transaksi ekonomi. Ini karena pemanfaatan teknologi digital selama pandemi Covid-19 telah cepat menghilangkan disparitas baik sekat umur, gender, geografis, serta tingkat pendidikan warga dunia, menjadi anggota komunitas digital global.

Foto: Edwin Dwi Putranto/Republika
Wapres yakini teknologi digital mendorong kesetaraan gender

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai kegiatan usaha maupun transaksi ekonomi. Ini karena pemanfaatan teknologi digital selama pandemi Covid-19 telah cepat menghilangkan disparitas baik sekat umur, gender, geografis, serta tingkat pendidikan warga dunia, menjadi anggota komunitas digital global.

Ia mencontohkan pemanfaatan tekonologi digital dalam berbagai kegiatan usaha semakin meluas dan mendalam, seperti mengenalkan produk dengan teknologi.

"Dengan kondisi ini, sekat-sekat antara perusahaan kecil dan besar menjadi tereliminasi. Perusahaan kecil memiliki kemudahan dalam akses pasar, serta kemitraan antara usaha kecil dengan usaha besar lebih dimungkinkan terjadi dengan adanya teknologi digital ini" kata Wapres saat memberikan ssambutan di Forum Bisnis bertema Go Digital yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN), Jumat (26/3).

Wapres mengatakan pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas ekonomi juga tidak mengenal disparitas tingkat pendidikan. Dalam survei terbaru Bank Dunia Desember 2020 pada salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia 43,5 persen yang memanfaatkan teknologi platform e-commerce tersebut berpendidikan SMA dan disusul oleh lulusan sarjana sebesar 35,6 persen.

Ia menilai, hal ini merupakan pertanda baik, karena jumlah angkatan kerja lulusan SMA berjumlah sangat besar.

"Namun dengan memanfaatkan teknologi digital, peluang mereka untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi justru sangat besar," ujarnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA