Jumat 26 Mar 2021 22:26 WIB

Pemprov Babel Bentuk Tim Peningkatan Ekspor

Dengan adanya tim ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pelaku usaha

Ilustrasi ekspor impor.
Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Ilustrasi ekspor impor.

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG -- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) membentuk kelompok kerja (pokja) peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah, guna mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat di tengah pendemi Covid-19.

"Tim ini diharapkan dapat mengatasi kendala ekspor hasil pertanian, kerajinan dan hasil tambang timah ke negara tujuan," kata Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Babel, Naziarto di Pangkalpinang, Jumat (26/3).

Ia mengatakan, pembentukkan Pokja Peningkatan Ekspor itu berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepulauan Babel dalam meningkatkan ekspor timah, udang vaname, lada, ikan hias, ikan segar, cumi, makanan olahan, kerajinan tangan, dan lainnya yang diekspor langsung dari Babel ke berbagai negara tujuan seperti Singapura, Amerika Serikat, Eropa, Jepang dan negara lainnya.

"Tim ini nantinya akan melaporkan hasil kinerjanya kepada gubernur, karena sejauh ini kita sudah melihat titik terang dimana letak kendala ekspor, baik dari bea cukai, imigrasi, karantina, bandara, mau pun perizinan lainnya," ujarnya.

Selama ini, kata Naziarto, kendala yang dihadapi para eksportir untuk melakukan ekspor langsung dari Babel, yaitu belum adanya pelabuhan internasional dan ekspor melalui jalur udara, sehingga ekspor komoditas Babel yang cukup besar tidak mempengaruhi terhadap pendapatan daerah dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Dengan adanya tim ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pelaku usaha agar bisa mengekspor secara 'direct' produk Babel dari Pangkalpinang ke daerah tujuan," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Babel Sunardi mengatakan, tim percepatan dan peningkatan ekspor komoditas itu penting dilakukan, sebagai upaya pengerakan ekonomi daerah. "Komoditas kita, unggul itu kebanyakan dari pertanian, apalagi produk pertanian, disampaikan karantina pertanian tadi lebih banyak dari pertanian," kata Sunardi.

Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya memberikan fasilitas saat proses ekspor berlangsung dan menentukan negara yang akan dituju. "Kendala kita, sudah kita bahas tadi. Jadi bagaimana pelabuhan itu bisa menjadi pelabuhan ekpor yang langsung," katanya.

Pada pembentukkan Pokja Peningkatan Ekspor tersebut dihadiri perwakilan PT Angkasa Pura 2 Bandara Depati Amir, PT Garuda Indonesia Cabang Pangkalpinang, KPP Bea Cukai Pangkalpinang, Balai Karantina Pertanian Pangkalpinang, Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Pangkalpinang, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Pangkalpinang, Kepala Kantor Imigrasi Pangkalpinang, KADIN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pimpinan APTIN, dan Pimpinan PT Indokom.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement