Jumat 26 Mar 2021 17:38 WIB

Muktamar IPM ke-22 Berlangsung Virtual di UMP

Prof Haedar Nashir membuka secara resmi pelaksanaan muktamar.

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Yusuf Assidiq
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM)
Foto: blogspot.com
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM)

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Setelah sebelumnya dilaksanakan sidang tanwir, Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) secara resmi dibuka oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir di kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Jawa Tengah, Jumat (26/3). Pembukaan dan juga pelaksanaan muktamar yang rencananya berlangsung hingga Ahad (28/3), dilakukan secara virtual.

Prof Haedar Nashir yang membuka secara resmi pelaksanaan muktamar, juga hadir secara virtual. Demikian juga sebagian besar para peserta muktamar dari berbagai daerah di Indonesia. ''Meski Muktamar IPM kali ini diselenggarakan secara virtual dan tidak bertatap muka secara langsung, kami yakin hal ini tidak akan mengurangi semangat kader-kader IPM untuk bermuktamar,'' jelasnya.

Menurutnya, muktamar yang diselenggarakan secara virtual, memang baru pernah sekali ini di lingkungan organisasi Muhammadiyah. Hal ini mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih berlangsung.

Meski diselenggarakan secara virtual, Haedar berharap pelaksanaan muktamar bisa memberikan rekomendasi dan program kerja yang mencerahkan. ''Lebih dari itu, Muktamar IPM ini bisa menjadi contoh bagi pelaksanaan muktamar-muktamar lainnya,'' katanya.

Rektor UMP, Dr Jebul Suroso dalam kesempatan itu menegaskan, pelaksanaan Muktamar IPM yang di kampus yang dipimpinnya akan selalu menegakkan protokol kesehatan. ''Sesuai izin pelaksanaan muktamar yang dikeluarkan Mabes Polri, muktamar akan dilaksanakan dengan menegakkan protokol kesehatan,'' jelasnya.

Untuk itu, pelaksanaan muktamar juga berlangsung virtual. Peserta yang hadir di pusat pelaksanaan muktamar di UMP, hanya dari kalangan pengurus IPM dan bebarapa perwakilan daerah. Sedangkan sebagian besar lainnya, mengikuti muktamar secara online.

Mengenai pelaksanaan muktamar, Jebul berharap para peserta berpegang teguh pada ketentuan atau pedoman yang telah ditetapkan dalam sidang tanwir. Antara lain, berpegang teguh pada amanah dari PP Muhammadiyah dan berpegang teguh pada sikap akhlakul kharimah.

''Dengan demikian, pelaksanaan muktamar di UMP ini bisa menjadi percontohan bagi pelaksanaan muktamar lainnya,'' katanya.

Sementara Ketua Umum Pimpinan Pusat IPM Hafiz Syafaaturrahman mengajak para peserta muktamar untuk menjadi acara muktamar ini sebagai bentuk dakwah Islam dan pergerakan Muhammadiyah. Untuk itu, dia mengajak seluruh kader IPM di Tanah Air untuk berkontribusi memberikan ide terbaik bisa menghasilkan program-program kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement