Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Jubir: Semua Vaksin Punya Mutu dan Manfaat Sama Baiknya

Jumat 26 Mar 2021 14:45 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Andi Nur Aminah

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 sekaligus Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (Dirjen P2P) Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 sekaligus Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (Dirjen P2P) Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi.

Foto: DOk BNPB
Dari rencana 4 vaksin yang didatangkan, Sinovac dan Astrazeneca yang sudah tiba.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi memastikan vaksin yang didatangkan ke Indonesia memiliki mutu dan manfaat yang sama-sama baik. Nadia mengatakan, dua vaksin yang telah digunakan d Indonesia yakni Sinovac dan Astrazeneca memang memiliki platform berbeda.

"Sinovac itu virus yang dimatikan, kalau AstraZenca itu bagian dari virus tapi semua vaksin itu sama baiknya, sama manfaatnya, dan sama mutunya," kata Nadia dalam acara diskusi seputar vaksin Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jumat (26/3).

Baca Juga

Nadia menjelaskan, dari rencana empat vaksin yang didatangkan, dua di antaranya Sinovac dan Astrazeneca sudah tiba. Untuk Sinovac, kata Nadia, sekitar tiga juta berasal dari pembelian jadi langsung dari China dan telah digunakan vaksinasi tenaga kesehatan tahap awal.

Sementara, Sinovac yang digunakan saat ini vaksin yang diproduksi oleh Biofarma dengan mengolah bahan mentah vaksin. "Jadi kita sudah mulai memproduksi dari bahan mentah vaksin Sinovac, kedua AstraZeneca yang kemarin juga sudah datang. Nah vaksin lain Novovax dan Pfizer ini akan datang mungkin pada semester kedua," katanya.

Ia juga memastikan Sinovac yang digunakan saat ini terjamin mutu dan kualitasnya. Hal ini untuk menjawab keraguan jika Sinovac yang dipakai saat ini habis masa kadaluarsanya. Menurutnya, vaksin Sinovac yang telah habis masa berlakunya adalah tiga juta pembelian pertama yang telah digunakan sejak Januari lalu.

"Untuk jaga keamanan maka BPOM hanya mengizinkan peredaran vaksin boleh dipakai enam bulan nah yang sudah kadaluwarsa ini Sinovac yang kita pakai pertama kali dulu pada 13 Januari yang sudah kita suntikan pada sasaran seluruh tenaga kesehatan kesehatan, dan juga sebagian pemberi layanan publik," ungkapnya.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir dan ragu untuk melakukan vaksinasi Covid-19. "Jado masyarakat enggak perlu khawatir, Sinovac yang kadaluarsa bukan yang saat ini digunakan, jelas yang buatan Bio Farma ini masih sangat baik mutunya," ujar Nadia.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA