Jumat 26 Mar 2021 13:10 WIB

KBUMN Lakukan Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Banyumas

Program percepatan vaksinasi Covid-19 akan berlangsung selama dua bulan.

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Gita Amanda
Petugas menyuntikan vaksin COVID-19 kepada wartawan di Pukesmas Purwokerto Barat, Banyumas, Jateng, (ilustrasi). Kementerian BUMN akan melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 di Banyumas.
Foto: ANTARA/Idhad Zakaria
Petugas menyuntikan vaksin COVID-19 kepada wartawan di Pukesmas Purwokerto Barat, Banyumas, Jateng, (ilustrasi). Kementerian BUMN akan melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 di Banyumas.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Kementerian BUMN (KBUMN) akan melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 bagi lansia di wilayah Banyumas Raya selama dua bulan. Dalam keterangan resmi bersama Bupati Banyumas Achmad Husein, Kamis (26/3) malam, perwakilan dari Kementerian BUMN, yang hadir di Setda Banyumas, menyatakan program percepatan ini akan berlangsung selama dua bulan.

''Program percepatan pelaksanaan vaksinasi di Banyumas raya ini, akan berlangsung mulai 31 Maret 2021. Setiap hari, diharapkan bisa dilakukan vaksinasi pada 2.000 orang yang masuk kategori lansia,'' jelas perwakilan dari Kementerian BUMN.

Baca Juga

Bupati Achmad Husein menambahkan, pelaksanaan program percepatan vaksinasi bagi lansia ini akan dipusatkan di GOR Satria Purwokerto. ''Para lansia yang akan mendapat vaksin, tidak perlu datang sendiri ke GOR. Nanti akan ada kendaraan yang menjemput di lokasi yang telah ditentukan. Pulangnya, juga diantar sampai lokasi penjemputan,'' jelasnya.

Kebijakan ini diambil agar di lokasi tempat pelaksanaan vaksinasi di GOR Satria, tidak terjadi kerumunan. ''Jadi tidak perlu khawatir, lansia yang sudah terdaftar akan dijemput dan dipulangkan secara  gratis, ke lokasi titik kumpul yang nanti kita tetapkan,'' katanya.

Dia juga menambahkan, dalam program percepatan ini, sasaran yang diprioritaskan mendapatkan vaksin, adalah kalangan lansia dari masyarakat umum yang berusia di atas 60 tahun, dan lansia usia 50 tahun ke atas yang bekerja di sektor layanan publik.

Baca juga : Pengakuan Penusuk Wiranto di Hadapan Hakim

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement