Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

PM Palestina: Tidak Ada Prospek Perdamaian di Pemilu Israel

Kamis 25 Mar 2021 16:05 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melambai kepada para pendukungnya setelah hasil jajak pendapat pertama untuk pemilihan parlemen Israel di markas partai Likud di Yerusalem, Rabu (24/3).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melambai kepada para pendukungnya setelah hasil jajak pendapat pertama untuk pemilihan parlemen Israel di markas partai Likud di Yerusalem, Rabu (24/3).

Foto: AP/Ariel Schalit
Kubu sayap kanan Israel yang digawangi oleh Netanyahu diyakini tetap menang.

REPUBLIKA.CO.ID, TUBAS -- Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan, hasil awal dari jajak pendapat parlemen Israel tidak menunjukkan prospek perdamaian antara Palestina dan Israel. Shtayyeh juga mengatakan bahwa hasil jajak pendapat menunjukkan dominasi sayap kanan dalam politik Israel.

"Agenda politik dari partai-partai pemenang dalam pemilihan Israel menunjukkan bahwa tidak akan ada mitra politik untuk Palestina dalam proses perdamaian," ujar Shtayyeh, dilansir Anadolu Agency, Kamis (25/3).

Menurut hasil awal yang diumumkan media Israel Selasa (23/3) malam, Partai Likud yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memenangkan 30 kursi di parlemen. Jajak pendapat menunjukkan bahwa kubu Netanyahu, yang terdiri dari Partai Likud dan sekutu, gagal memenangkan 61 kursi di Knesset yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan. Partai Likud dan sekutu hanya mampu mengamankan 59 kursi di Knesset.

Shtayyeh meminta komunitas internasional untuk menghentikan serangan Israel di atas tanah dan properti Palestina. Dia menegaskan, Palestina siap menjadi mitra dalam proses perdamaian yang serius dan nyata.

Negosiasi antara Palestina dan Israel telah terhenti sejak April 2014. Negosiasi terhenti karena Israel menolak untuk membebaskan tahanan Palestina, menghentikan kegiatan pembangunan pemukiman ilegal di wilayah pendudukan, dan menerima perbatasan sebelum perang Juni 1967 sebagai dasar untuk solusi dua negara.

Laporan The Jerusalem Post mengungkapkan sebanyak dua dari tiga jajak pendapat menunjukkan bahwa blok Likud, Shas, United Torah Yudaism (UTJ), dan Partai Zionis Religius menerima cukup dukungan bersama dengan Partai Yamina milik Naftali Bennett.

Netanyahu menyatakan di Twitter bahwa dia telah memenangkan kemenangan besar. Dia menelepon Naftali Bennett yang mengatakan kepadanya bahwa sedang menunggu hasil akhir.

Sumber di Partai Likud mengatakan, Netanyahu akan mencoba membentuk pemerintahan secepat mungkin. Netanyahu juga memanggil para pemimpin lain di kamp politiknya dan meminta mereka untuk bergabung dengan pemerintah sayap kanan yang kuat.

Tingkat partisipasi pemilih hanya 67,2 persen, turun 4,3 persen sejak pemilu Maret lalu. Pada kesempatan itu, warga Israel yang memberikan suara mencapai 71,5 persen dan terendah dari empat pemilu dalam dua tahun terakhir.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA