Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Korban Selamat Kebakaran Terobos Api Selamatkan Anak-Istri

Kamis 25 Mar 2021 13:57 WIB

Red: Ratna Puspita

Garis polisi terpasang di lokasi kebakaran yang menghanguskan deretan kontrakan di Jalan Pisangan Baru III, RT 003, RW 006, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (25/3). Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 04.50 WIB yang diduga akibat korsleting listrik. Sebanyak 10 korban tewas dalam kebakaran tersebut. Republika/Thoudy Badai

Garis polisi terpasang di lokasi kebakaran yang menghanguskan deretan kontrakan di Jalan Pisangan Baru III, RT 003, RW 006, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (25/3). Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 04.50 WIB yang diduga akibat korsleting listrik. Sebanyak 10 korban tewas dalam kebakaran tersebut. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Nanang terbangun karena mendengar teriakan kebakaran dari luar rumah kontrakannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu korban selamat kebakaran di Jl Pisangan Baru III, Matraman, Jakarta Timur, Nanang, mengaku sempat menerobos kobaran api untuk menyelamatkan anak dan istri yang masih terjebak dalam musibah itu. "Saya sempat nyiram seember. Anak saya gotong, tapi istri masih di dalam. Saya masuk lagi terobos api, saya tarik istri saya," ujar Nanang di lokasi kejadian, Kamis (25/3).

Saat itu, Nanang mengatakan, ia terbangun karena mendengar teriakan kebakaran dari luar rumah kontrakannya. Kondisi saat itu api sudah mulai membesar dan membakar rumah kontrakan tetangga di sebelahnya.

Baca Juga

"Di rumah tetangga itu api sudah keluar, di rumah saya belum," kata Nanang.

Nanang menambahkan, saat itu dia sempat berusaha memadamkan api yang membakar sepeda motor yang terparkir. Namun, karena kobaran api sudah membesar, ia pun memilih menyelamatkan diri dengan membawa anak dan istri terlebih dulu.

Dia mengatakan bahwa tetangga di samping rumah kontrakannya tidak bisa menyelamatkan diri karena api sudah telanjur membesar dan posisi rumah kontrakan berada di pojok gang buntu.

"Yang pojok sebenarnya bisa keluar. Mungkin karena masih tidur nyenyak," ujarnya.

Saat ini, Nanang dan keluarganya mengungsi sementara di rumah rukun warga (RW) setempat. Sementara itu, bantuan berupa sembako dan pakaian mulai berdatangan ke lokasi kejadian, seperti dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dan Kementerian Sosial. Kebakaran Matraman menelan 10 korban tewas di tempat kejadian perkara (TKP).

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA