Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Temui Jokowi, Pengusaha Ikan Keluhkan Biaya Logistik Mahal

Kamis 25 Mar 2021 12:30 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri / Red: Nidia Zuraya

Nelayan melakukan bongkar muat ikan di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta, Kamis (3/3/2021).

Nelayan melakukan bongkar muat ikan di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta, Kamis (3/3/2021).

Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Pengusaha perikanan mendukung upaya pemerintah membangun pelabuhan baru di Ambon.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pelaku usaha perikanan di Kota Ambon mengeluhkan tingginya biaya logistik di wilayah Maluku saat berdialog dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Ambon. Kuntoro Alfred Kusno, salah satu pengusaha perikanan juga mengeluhkan tidak adanya laboratorium uji mutu sehingga membutuhkan waktu dan biaya yang cukup mahal untuk melakukan proses uji mutu.

“Mungkin bapak bisa lihat di Maluku ini, khususnya di Pulau Ambon tidak terlalu banyak investor di sektor perikanan karena kita mengalami itu biaya logistik yang cukup tinggi,” keluhnya di depan Presiden Jokowi, Kamis (25/3).

Kuntoro pun mendukung upaya pemerintah untuk membangun pelabuhan baru di Kota Ambon guna mendukung pertumbuhan di sektor perikanan di Maluku. Menanggapi hal itu, Presiden Jokowi menyampaikan pemerintah akan membangun Ambon New Port yang dapat mengintegrasikan pelabuhan logistik, pelabuhan perikanan, dan juga industri perikanan di satu lokasi.

Baca Juga

"Jadi pagi hari ini saya khusus datang ke Ambon itu hanya punya satu keperluan bahwa kita akan membangun Ambon New Port yang kurang lebih di dalam perencanaan nanti ada 700 hektare yang itu terintegrasi antara pelabuhan logistik dan pelabuhan perikanan serta industri perikanan ada di satu lokasi," ujar Jokowi.

Jokowi menjelaskan, pengembangan pelabuhan baru di Kota Ambon ini dibangun dengan konsep pelabuhan terintegrasi yang akan menjadi pusat pertumbuhan industri pengolahan ikan dan konsolidasi kargo dari wilayah Indonesia Timur. Ia menilai, pengembangan pelabuhan ini sangat dibutuhkan mengingat pelabuhan khusus perikanan saat ini telah mencapai kapasitas maksimum.

"Tahun ini akan dimulai pembangunannya dan kita harapkan dalam dua tahun akan selesai. Untuk itu saya minta nanti pelaku-pelaku fisheries industry bisa segera mendaftar dan ikut masuk ke dalam lokasi ini sehingga kita memiliki keyakinan bahwa ini bisa jalan," ucapnya.

Baca juga : Gangguan Gizi dan Diare Jadi Komorbid Kasus Covid-19 Anak

Jokowi mengatakan potensi perikanan di Maluku sangat besar, namun masih belum dioptimalkan dengan baik. Karena itu, pembangunan fasilitas dibutuhkan para pelaku usaha perikanan setempat agar dapat meningkatkan produksi perikanan.

Namun demikian, Jokowi meminta agar rencana dan implementasi pembangunan pelabuhan baru lebih dimatangkan. Sehingga nantinya dapat menjadi sebuah percontohan bagi pengembangan pelabuhan modern yang terintegrasi dengan industri perikanannya di daerah lainnya.

"Tadi disampaikan oleh Dirut Pelindo mengenai potensi-potensi perikanan. Ada 800 ribu ton sebelah sini, kemudian sebelah utara ada 1,2 juta ton, kemudian agak di selatannya ada 2,6 juta ton. Saya kira Ambon New Port ini memang harus," kata dia.

Dalam kunjungannya ini, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Gubernur Maluku Murad Ismail.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA