Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Joe Biden Tunjuk Kamala Harris untuk Kendalikan Arus Migran

Kamis 25 Mar 2021 08:28 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

 Wakil Presiden AS Kamala Harris

Foto:
Pemerintahan Biden menghadapi kritik atas kedatangan sejumlah besar migran

Biden menegaskan, AS akan membutuhkan bantuan dari Meksiko dan negara-negara Segitiga Utara. Harris pun, menurut Biden, telah setuju untuk memimpin upaya diplomatik kami dan bekerja dengan negara-negara tersebut.

Harris mengatakan masalah kali ini adalah situasi yang menantang. "Meskipun kami sudah jelas bahwa orang tidak boleh datang ke perbatasan sekarang, kami juga memahami bahwa kami akan menegakkan hukum," katanya menegaskan untuk menyelesaikan masalah segera.

Pemerintahan Biden menghadapi kritik atas kedatangan sejumlah besar migran dan pencari suaka di perbatasan AS dengan Meksiko dalam beberapa pekan terakhir. Secara khusus, peningkatan jumlah anak-anak tanpa pendamping membuat mereka terjebak di stasiun perbatasan seperti penjara selama berhari-hari.

Dikutip dari Aljazirah, sekitar 1.000 hingga 1.500 orang telah menunggu di kamp darurat di luar perbatasan El Chaparral, Meksiko, pada Rabu. Mereka berharap diizinkan masuk ke AS.

Kamp itu didirikan sekitar satu bulan lalu dan banyak keluarga meninggalkan rumah di Amerika Tengah dan Meksiko selatan karena ancaman kekerasan dan bencana alam baru-baru ini. Banyak orang yang tinggal di kamp mengatakan mereka belum menerima instruksi dari pihak berwenang Meksiko atau AS tentang langkah yang harus dilakukan selanjutnya.

Biden telah menghadapi kritik keras dari Partai Republik yang menyalahkan presiden AS atas peningkatan kedatangan. "Ini adalah krisis yang diciptakan oleh pemerintahan Biden, oleh kebijakan mereka sendiri," kata Senator Ted Cruz.

Tapi, pejabat pemerintahan Biden menyalahkan kebijakan Donald Trump karena membongkar sistem imigrasi AS. Mantan presiden itu menjalankan kebijakan garis keras anti-imigrasi yang secara luas dikritik oleh para pendukung migrasi dan kelompok hak asasi. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA