Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Pejabat Arab Saudi Ancam Penyelidik Pembunuhan Khashoggi

Kamis 25 Mar 2021 07:11 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Jamal Khashoggi

Jamal Khashoggi

Foto: Infografis Republika.co.id
PBB mengkonfirmasi penyelidik independen untuk pembunuhan Khashoggi mendapat ancaman

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Kantor hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengkonfirmasi keakuratan pernyataan yang diterbitkan oleh ahli independen yang memimpin penyelidikan pembunuhan Jamal Khashoggi, Rabu (24/3). Sebelumnya, penyelidik, Agnes Callamard menyatakan seorang pejabat senior Saudi telah membuat ancaman terhadapnya.

"Kami mengonfirmasi bahwa detail dalam cerita The Guardian tentang ancaman yang ditujukan pada Agnes Callamard adalah akurat," kata juru bicara hak asasi manusia PBB, Rupert Colville.

Baca Juga

Kantor hak asasi manusia PBB pun telah memberi tahu Callamard tentang ancaman tersebut serta keamanan dan otoritas PBB. Ancaman itu disampaikan dalam pertemuan Januari 2020 antara pejabat Saudi dan PBB di Jenewa.

Dalam laporan The Guardian, Callamard  mengatakan, diberitahu tentang insiden itu oleh seorang rekan PBB. Ancaman itu muncul akibat Callamard memimpin penyelidikan PBB atas pembunuhan Khashoggi pada Oktober 2018 oleh agen Saudi di konsulat Istanbul di kerajaan.

Callamard pun mengeluarkan laporan pada 2019 yang menyimpulkan ada bukti kredibel bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan pejabat senior Saudi bertanggung jawab atas pembunuhan jurnalis Washington Post itu. Dia kemudian menyerukan sanksi terhadap aset MBS dan keterlibatan internasional. Pangeran menyangkal keterlibatan dalam pembunuhan itu tetapi mengatakan memikul tanggung jawab utama karena itu terjadi di bawah pengawasannya.

Penyelidik PBB itu pun telah mengkritik keputusan pengadilan Saudi pada September untuk memenjarakan delapan orang hingga 20 tahun atas pembunuhan tersebut. Dia menuduh kerajaan membuat ejekan terhadap keadilan dengan tidak menghukum lebih banyak pejabat senior. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA