Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Angka Kematian Harian Akibat Covid-19 di Brasil Naik Tajam

Rabu 24 Mar 2021 16:40 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

 Seorang petugas kesehatan memegang jarum suntik vaksin Sinovac untuk COVID-19 saat seorang wanita menunggu untuk mendapatkan suntikan pertamanya di quilombo Kalunga Vao de Almas di pinggiran Cavalcante, negara bagian Goias, Brasil, Selasa, 16 Maret 2021.

Seorang petugas kesehatan memegang jarum suntik vaksin Sinovac untuk COVID-19 saat seorang wanita menunggu untuk mendapatkan suntikan pertamanya di quilombo Kalunga Vao de Almas di pinggiran Cavalcante, negara bagian Goias, Brasil, Selasa, 16 Maret 2021.

Foto: AP/Eraldo Peres
Brasil telah menjadi pusat pandemi global dan mencatat lebih banyak jumlah kematian

REPUBLIKA.CO.ID, RIO DE JANEIRO -- Brasil melaporkan lebih dari 3000 kematian akibat virus korona dalam satu hari pada Selasa (23/3). Itu adalah lonjakan angka kematian tertinggi pertama di tengah seruan kepada pemerintah Brasil untuk mengambil tindakan guna menghentikan penyebaran Covid-19. 

Dalam beberapa minggu terakhir, Brasil telah menjadi pusat pandemi global dan mencatat lebih banyak jumlah kematian per hari ketimbang negara lain. Rekor kematian akibat Covid-19 pada Selasa (23/3) yang mencapai 3.251 didorong oleh negara bagian Sao Paulo yang mencatat 1.021 kematian baru, jauh di atas angka tertinggi sebelumnya yaitu 713 pada Juli lalu.

Baca Juga

Pandemi membuat sistem kesehatan negara bagian Brasil hampir runtuh. Sejumlah rumah sakit kekurangan tempat tidur di ruang perawatan intensif, dan stok oksigen yang dibutuhkan untuk bantuan pernapasan mulai menyusut.

Sebagian besar negara bagian dalam beberapa hari terakhir mengadopsi langkah-langkah untuk membatasi aktivitas. Presiden Brasil Jair Bolsonaro secara konsisten meremehkan tingkat keparahan pandemi. Dia bersikeras ekonomi harus terus berjalan untuk mencegah kesulitan yang lebih buruk. Bahkan dia mengkritik langkah-langkah pencegahan yang diberlakukan oleh kepala daerah.

Pada Jumat (19/3) lalu, Bolsonaro mengajukan banding ke Mahkamah Agung untuk membatalkan jam malam yang diberlakukan oleh dua negara bagian dan distrik federal Brasil. Pengadilan tinggi sebelumnya memutuskan bahwa gubernur dan walikota memiliki kekuasaan untuk menerapkan pembatasan di wilayah masing-masing.

 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA