Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Pemakaian Vaksin Sputnik Disetujui di Vietnam

Rabu 24 Mar 2021 07:12 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Vaksin Rusia Sputnik V

Vaksin Rusia Sputnik V

Foto: EPA-EFE/Maxim Shipenkov
Rusia dan Vietnam memiliki sejarah panjang kemitraan.

REPUBLIKA.CO.ID, PHNOM PENH -- Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) mengumumkan persetujuan penggunaan vaksin Sputnik V Rusia untuk melawan virus Corona oleh Kementerian Kesehatan Republik Sosialis Vietnam. Vaksin Sputnik V terdaftar di Vietnam di bawah prosedur otorisasi penggunaan darurat. 

"Rusia dan Vietnam memiliki sejarah panjang kemitraan yang mencakup banyak bidang kerja sama, termasuk upaya bersama melawan pandemi," ujar CEO RDIF, Kirill Dmitriev.

Dia mengatakan, bahwa Sputnik V adalah salah satu vaksin terbaik di dunia. Persetujuan dari Vietnam, salah satu negara terpadat di Asia Tenggara, akan memberikan perlindungan kepada rakyat dan semakin mungkin untuk mencabut pembatasan yang diberlakukan karena virus Corona.

Sputnik V kini mendapatkan lampu hijau untuk pemakainnya di 56 negara secara global dengan total populasi lebih dari 1,5 miliar orang. Sputnik menempati urutan kedua di antara vaksin virus Corona secara global dalam hal jumlah persetujuan yang dikeluarkan oleh regulator pemerintah.

Menurut catatan dalam keterangan resmi RDIF, Sputnik V telah disetujui sebelumnya di Rusia, Belarus, Argentina, Bolivia, Serbia, Aljazair, Palestina, Venezuela, Paraguay, Turkmenistan, Hongaria, UEA, Iran, Republik Guinea, Tunisia, Armenia, Meksiko, Nikaragua, Republika Srpska (entitas dari Bosnia dan Herzegovina), Lebanon, Myanmar, Pakistan, Mongolia, Bahrain, Montenegro, Saint Vincent dan Grenadines.

Baca Juga

Baca juga : Habib Rizieq Diusulkan Jadi Duta Vaksin, Ini Respons Satgas

Negara lain lagi yang menggunakan vaksin Rusia ini diantaranya Kazakhstan, Uzbekistan, Gabon, San-Marino, Ghana, Suriah, Kyrgyzstan, Guyana, Mesir, Honduras, Guatemala, Moldova, Slovakia , Angola, Republik Kongo, Djibouti, Sri Lanka, Laos, Irak, Makedonia Utara, Kenya, Maroko, Yordania, Namibia, Azerbaijan, Filipina, Kamerun, Seychelles dan Mauritius.

Sputnik V memiliki sejumlah keunggulan utama seperti tingkat efikasi vaksin yang mencapai 91,6 persen. Hal itu dikonfirmasi oleh data yang dipublikasikan di Lancet, salah satu jurnal medis tertua dan paling dihormati di dunia.

Vaksin Sputnik V juga didasarkan pada platform vektor adenoviral manusia yang telah terbukti dan dipelajari dengan baik, yang menyebabkan flu biasa dan telah ada selama ribuan tahun. Sputnik V menggunakan dua vektor berbeda untuk dua kali suntikan dalam proses vaksinasi. Hal ini memberikan kekebalan dengan durasi yang lebih lama daripada vaksin yang menggunakan mekanisme pengiriman yang sama untuk kedua suntikan.

Tidak ada alergi hebat yang diakibatkan oleh Sputnik V. Suhu penyimpanan Sputnik V pada +2+8 C berarti dapat disimpan di lemari es konvensional tanpa perlu berinvestasi dalam infrastruktur rantai dingin tambahan. Harga Sputnik V kurang dari 10 dolar AS per suntikan, sehingga terjangkau di seluruh dunia.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA