Selasa 23 Mar 2021 19:16 WIB

Wiku: Mayoritas Daerah Masuk Zona Oranye

Kabupaten kota nasional didominasi oleh zona oranye.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Indira Rezkisari
Mahasiswa menggambar mural bertema penanganan Covid-19. Pada Selasa (23/3), Satgas menyatakan mayoritas daerah di Indonesia masuk di zona oranye.
Foto: MOHAMMAD AYUDHA/ANTARA
Mahasiswa menggambar mural bertema penanganan Covid-19. Pada Selasa (23/3), Satgas menyatakan mayoritas daerah di Indonesia masuk di zona oranye.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyampaikan, sebagian besar kabupaten kota di Indonesia saat ini masih berada di zona oranye atau zona dengan risiko sedang. Satgas mencatat, jumlah daerah yang masuk dalam zona oranye ini sebanyak 313 kabupaten kota.

“Kabupaten kota nasional didominasi oleh zona oranye atau zona risiko sedang. Angka ini juga dikontribusikan dengan 50 kabupaten kota yang mengalami perubahan kondisi yang terbilang kurang baik karena peningkatan status risiko kabupaten kota dengan risiko rendah menjadi risiko sedang,” ujar Wiku saat konferensi pers, Selasa (23/3).

Baca Juga

Meskipun perkembangan pandemi Covid-19 secara nasional di Indonesia mulai cukup membaik, namun ia menegaskan pentingnya mewaspadai penyebaran Covid-19 dari lingkungan terdekat. “Oleh karena itu, peran kolaborasi oleh unsur pemerintah dan masyarakat ini sangat diperlukan termasuk memaksimalkan peran posko dalam mengendalikan kasus secara tanggap dan lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Wiku mengatakan, zonasi risiko ini sangat bergantung pada sinkronisasi data pusat dengan daerah, utamanya pada data kasus positif, sembuh, dan meninggal. Jika data yang tersedia valid dan dapat diandalkan, maka perhitungan zonasi risiko dapat dilakukan tiap minggunya.

“Untuk itu, data sebagai alat navigasi kita dalam menentukan kebijakan harus dijaga agar selalu valid dan dapat diandalkan. Sehingga apapun kebijakan yang diambil dapat akurat dan tepat sasaran,” jelas dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement