Selasa 23 Mar 2021 18:07 WIB

AstraZeneca Diduga tak Pakai Informasi Baru dalam Uji Coba

AS khawatir AstraZeneca mungkin memberi pandangan tidak lengkap tentang data khasiat.

Rep: Puti Almas/ Red: Ani Nursalikah
AstraZeneca Diduga tak Pakai Informasi Baru dalam Uji Coba. Vaksinator mempersiapkan vaksin COVID-19 Astrazeneca.
Foto: Antara/Umarul Faruq
AstraZeneca Diduga tak Pakai Informasi Baru dalam Uji Coba. Vaksinator mempersiapkan vaksin COVID-19 Astrazeneca.

IHRAM.CO.ID, WASHINGTON -- Hasil dari uji coba yang dilakukan otoritas Amerika Serikat (AS) terhadap vaksin AstraZeneca menunjukkan produk ini mungkin tidak menggunakan informasi terbaru yang diperlukan.

Dewan Pemantau Data dan Keamanan AS mengatakan dalam sebuah pernyataan mereka khawatir AstraZeneca mungkin memberi pandangan yang tidak lengkap tentang data khasiat. Sebelumnya, AstraZeneca melpaorkan pada Senin (22/3), vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh perusahaan itu memberi perlindungan kuat diantara orang dewasa dari segala usia berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika. 

Baca Juga

Penelitian itu membantu membuat kepercayaan publik terhadap vaksin AstraZeneca di seluruh dunia. Dalam studi terhadap 30 ribu orang, vaksin yang dikembangkan perusahaan itu efektif dalam mencegah kasus Covid-19 dengan gejala-gejala, termasuk pada orang dewasa yang lebih tua. 

Tidak ada infeksi virus corona jenis baru yang terjadi dengan gejala parah atau mengharuskan rawat inap di rumah sakit diantara sukarelawan yang divaksinasi Covid-19 dari AstraZeneca. Hal ini disebut konsisten dengan temuan dari Inggris dan negara lain bahwa vaksin melindungi dari penyakit dengan gejala parah.

AstraZeneca juga mengatakan pemantau keamanan independen dari studi tersebut tidak menemukan efek samping yang serius, termasuk tidak ada peningkatan risiko pembekuan darah langka seperti yang teridentifikasi di Eropa. Hal ini telah menjadi kekhawatiran yang menyebabkan banyak negara menghentikan vaksinasi dari perusahaan itu pada pekan lalu.

AstraZeneca berencana mengajukan aplikasi ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dalam beberapa pekan mendatang. Penasihat luar pemerintah akan secara terbuka memperdebatkan bukti sebelum badan tersebut membuat keputusan.

Otorisasi dan pedoman penggunaan vaksin di Amerika Serikat akan ditentukan oleh FDA dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), setelah peninjauan data secara menyeluruh oleh komite penasihat independen dilakukan.

 

https://abcnews.go.com/Health/wireStory/us-astrazeneca-outdated-info-vaccine-trial-76624313

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement