Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Kemendikbud Dorong Usmar Ismail Jadi Pahlawan Nasional

Selasa 23 Mar 2021 07:06 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Muhammad Hafil

Poster film Tiga Dara yang disutradarai Usmar Ismail.

Poster film Tiga Dara yang disutradarai Usmar Ismail.

Foto: tangkapan layar
Usmar Ismail didorong Kemendikbud jadi pahlawan nasional.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Bertepatan dengan 100 tahun kelahiran Usmar Ismail, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendukung inisiasi para insan perfilman yang menyerukan agar Usmar Ismail mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Hal ini juga didorong pada Hari Film Nasional ke-71.

"Kita akan teruskan dari masa sebelumnya, kita sudah siap untuk mendukung terhadap usulan tokoh film Indonesia, Usmar Ismail sebagai Pahlawan Nasional," kata Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru, Ahmad Mahendra, dalam keterangannya, Senin (22/3).

Baca Juga

Salah satu anak Usmar Ismail, Heidy Ismail memandang sosok Usmar Ismail adalah seorang ayah yang sangat hangat, penuh kasih sayang, dan penuh perhatian di tengah-tengah kesibukannya sebagai tokoh film. "Tentunya kami bangga dan bersyukur, semoga apa yang sudah dilakukan oleh ayah kami, kepeloporan, ketokohan dari almarhum bisa menjadi contoh yang baik bagi generasi penerusnya," kata Heidy.

Heidy berharap pengusulan Usmar Ismail sebagai Pahlawan Nasional yang telah diajukan sejak tahun 2017 dapat segera ditetapkan. Ia pun berharap dukungan dari semua insan perfilman.Salah satu pelopor pengajuan Usmar Ismail sebagai Pahlawan Nasional, Ketua Sinematek, Akhlis Suryapati mengatakan saat ini semua dokumen pengajuan sudah lengkap untuk ditetapkan.

Pada sesi penutup, Mahendra mengajak semua masyarakat untuk membangkitkan perfilman Indonesia. "Di momentum penting ini, mari kita bersatu, pemerintah, insan film, media, lembaga-lembaga, kita dorong semangat 100 tahun ini sebagai tonggak seperti dulu Usmar Ismail membangkitkan perfilman kita yang membanggakan Indonesia," kata Mahendra.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA