Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Wapres: Membangun Ekonomi Syariah tak Bisa Satu Dua Pihak

Selasa 23 Mar 2021 06:08 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Friska Yolandha

Wakil Presiden Ma

Wakil Presiden Ma

Foto: Doni/SetwapresRI
Upaya pemberdayaan ekonomi umat oleh organisasi masih terkendala sumber daya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak semua pihak bersama-sama mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia. Wapres mengingatkan, untuk mewujudkan cita cita pembangunan ekonomi dan keuangan syariah harus bergotong royong.

"Cita-cita pembangunan ekonomi dan keuangan syariah tentu tidak dapat dilakukan oleh satu-dua pihak saja, melainkan harus berjamaah melalui ta’awun atau gotong-royong," ujar Ma'ruf saat melantik engurus pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (22/3).

Baca Juga

Karena itu, Wapres menyampaikan harapannya kepada pengurus MES 2021-2023 untuk mengantarkan kejayaan ekonomi syariah di Indonesia. Ia berharap visi, misi, dan arah kebijakan MES sejalan dengan rencana kerja Komite Nasioanal Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) 2020-2024.

Namun, agar implementasinya berjalan optimal, diperlukan dukungan dan sinergi dari semua pihak, baik internal maupun eksternal. "Untuk itu, saya menghimbau kepada segenap pihak-pihak terkait agar turut memberikan dukungan kepada MES," kata Ma'ruf.

Sebab, umat saat ini masih menghadapi berbagai tantangan global dan nasional, termasuk kondisi sosial dan ekonomi. Wapres mengungkap sejumlah persoalan mulai adanya kesenjangan ekonomi makin melebar, kegiatan ekonomi yang melambat akibat pandemi Covid-19, pembangunan ekonomi yang belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat, serta tingkat literasi masyarakat dalam hal mengakses sumber daya ekonomi, termasuk pengetahuan terhadap ekonomi dan keuangan syariah, masih rendah.

Di sisi lain, lanjut Ma'ruf berbagai upaya pemberdayaan ekonomi umat oleh organisasi-organisasi Islam masih tertatih-tatih dan terkendala terbatasnya sumber daya termasuk permodalan.

"Karena itu, kehadiran MES harus bisa lebih dirasakan oleh umat. Artinya, MES harus bisa hadir di tengah-tengah masyarakat dan turut aktif menyediakan solusi atas berbagai permasalahan tersebut," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA