Selasa 23 Mar 2021 06:45 WIB

Setop 10 Kebiasaan Ini untuk Hindari Serangan Jantung

Menghentikan beberapa kebiasaan dapat menurunkan risiko terkena serangan jantung.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Nora Azizah
Menghentikan beberapa kebiasaan dapat menurunkan risiko terkena serangan jantung.
Foto: Pxhere
Menghentikan beberapa kebiasaan dapat menurunkan risiko terkena serangan jantung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada kebiasaan sehari-hari yang terkesan sepele, tapi sebenarnya bisa membuat perbedaan besar jika seseorang bisa menghindarinya. Menghentikan beberapa kebiasaan tersebut bahkan dapat menurunkan risiko terkena serangan jantung.

Selama berpuluh-puluh tahun, penyakit jantung telah menjadi pembunuh nomor satu di Amerika Serikat. Kabar baiknya, itu bisa dicegah dengan menghindari 10 hal berikut, dikutip dari laman Eat This, Senin (22/3).

Baca Juga

1. Abai mengecek tekanan darah

Tidak semua orang memiliki inisiatif untuk mengecek tekanan darah secara berkala. Padahal, mengetahui informasi tersebut sangat penting. Hipertensi atau tekanan darah yang terlalu tinggi secara terus-menerus bisa melemahkan dinding pembuluh darah dan meningkatkan kemungkinan serangan jantung.

2. Tidak mengetahui kadar kolesterol

Pengabaian serupa juga kerap terjadi untuk kadar kolesterol. Seiring bertambahnya usia, tubuh memproduksi lebih banyak kolesterol yang dapat menumpuk di arteri lantas membuat risiko penyakit jantung dan stroke melonjak.

3. Makanan dengan lemak jenuh

Menurut Asosiasi Jantung Amerika (AHA), mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh meningkatkan kolesterol LDL dalam darah. Sebaiknya, tidak menyantap jenis makanan seperti daging merah, ayam dengan kulit, mentega, dan keju dalam porsi berlebihan.

4. Kurang olahraga

Singkirkan kemalasan bergerak untuk kondisi tubuh lebih baik. Pedoman dari AHA, frekuensi olahraga ideal untuk kesehatan jantung adalah 150 menit latihan intensitas sedang selama  sepekan atau 75 menit olahraga berat sepekan, ditambah latihan penguatan otot dua kali sepekan.

5. Minuman dengan pemanis

Berbegai iklan soda dan minuman kemasan yang menarik membuat banyak orang tanpa ragu mengonsumsi minuman yang penuh dengan pemanis. Faktanya, meminumnya dalam jumlah berlebihan buruk untuk jantung dan rentan menambah berat badan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement